Opini
Demonstrasi di Hong Kong yang banyak disusupi CIA baru baru ini. (Ist)

Keterlibatan Agen CIA terbongkar dalam kerusuhan yang melanda Hong Kong! Mengapa Amerika Serikat sampai harus terlibat dalam kerusuhan tersebut. Gou Feng Xiang, seorang pengajar di Universitas Beijing menganalisa hasil temuan Beijing atas campur tangan Amerika Serikat dalam kerusuhan. Tulisan ini diharap membuka mata pembaca Bergelora.com di Indonesia (Redaksi)

Oleh: Gou Feng Xiang

BILA kita membaca judul tulisan diatas, maka segera saja kita akan mencoba mencari literasi dan sejarah Hong Kong Pasca Era diserahkan Inggris ke Pemerintah Republik Rakyat China (RRC). Ternyata ada masalah sosial ekonomi yang belum bisa diselesai sampai saat ini. Kondisi tersebut pula yang menjadi pemicu dibalik demonstrasi di Hong Kong beberapa hari lalu, yang kemudian ditunggangi pula dengan isu politik, kemudian semakin lengkap dengan hasutan oleh Pemerintah Amerika.

Untuk itu kita akan buatkan kajian paling penting, berdasarkan perkembangan. Kebutuhan bagi generasi muda Hong Kong itu yang praktis-praktis saja sehari-hari. Mereka menginginkan lagi peningkatan kualitas hidup. Kualitas hidup mulai dari hal-hal yang paling mendasar, sandang, pangan, papan. Sandang dan pangan mungkin warga Hong Kong berkecukupan, Namun perihal papan, ini yang menjadi masalah besar saat ini.

Kemudian bersamaan masalah perumahan, muncul pula masalah politik khususnya cara pandang Politisi Amerika atas inti  status khusus Hong Kong juga dalam mata Pemerintah Amerika. Warga Hong Kong dibedakan oleh beberapa negara maju termasuk Amerika. Warga Hong Kong bisa dengan mudah ke mana-mana seluruh dunia karena passport Hong Kong yang cukup kuat. Ini menjadikan gap tersendiri antara kekuatan passport China dan Hong Kong.

Gap ini pulalah,-- sedikit banyak membuat warga Hong Kong merasa dirinya lebih VIP dibanding dengan warga China Daratan. Tetapi oleh sebab ini jugalah, maka passport Hong Kong juga banyak diinginkan oleh warga China daratan.

Akhirnya, banjir warga China berduit memborong properti di Hongkong demi status di Hong Kong.

Akibat upaya pembelian besar-besara dari Warga China daratan yang banyak duit Itu membuat harga property di Hong Kong naik tinggi sekali,-- tak terjangkau oleh sebagian generasi muda Hong Kong. Frustasi seperti ini juga membuat mereka akhirnya gampang terprovokasi.

Salah satu cara untuk mengatasi padatnya populasi di Hong Kong adalah dengan merelokasikan Warga Hong Kong ke China Daratan, terutama di propinsi Guangdong yang langsung berbatasan dengan Hingkong.

Kesamaan hak sebagai pekerjaan rumah antara mainlander dan non-mainlander di China bisa membantu ikut menyelesaikan masalah demografi ini.

Akibat dari program ini muncul reaksi dalam diri mereka, warga Hong Kong juga kuatir lama-lama kehilangan privilege sebagai warga Hong Kong. Ingat,-- warga Hong Kong mendapat layanan lebih bagus daripada warga mainland di negara-negara barat. Itu juga bisa jadi merupakan kebijakan negara-negara barat untuk mempertahankan identittas Hong Kong terpisah dari China.

Jadi sebenarnya ancaman Amerika untuk menarik status khusus Hong Kong, bisa menjadi hal yang baik bagi integrasi Hongkong dan China.

Hongkong itu bagian dari China, tapi sebagian warga Hong Kong merasa bahwa mereka bukan bagian dari China, dan menolak integrasi. Sikap ini yang bikin bentrok dengan Beijing.

Jika pemegang passport Hong Kong dan China sudah dapat hak yang sama, maka warga Hong Kong tidak lagi melihat berusaha hidup di China merupakan kerugian.

Jadi warga China bisa mencari kerjaan di Hong Kong, demikian juga sebaliknya. Hanya saja kebijakan ini pasti tidak disukai oleh para separatis Hong Kong.

Permasalahan utama friksi Hongkong dan Mainland adalah niat separatis dari proponent demokrasi.

Sudah tentu dalam masa transisi 50 tahun, ada kebijakan untuk menyempitkan gap antara warga Hong Kong dan China. Nah, ini yang tidak disukai oleh warga yang memang mau separatis,--berpisah dengan RRC.

Hong Kong itu tidak layak sebagai satu entitas tersendiri tanpa China. Kalaupun pisah, bisa-bisa Hong Kong yang terpisah itu hanyalah pulau Hong Kong. Namun dari segala segi, Hong Kong tidak bisa terlepas dari China.

Saatnya warga Hong Kong untuk mencoba realistis, jangan terlalu merasa diri lebih tinggi dari pada warga China.

Jika pemerintah China dan Hong Kong bisa bareng meningkatkan kualitas hidup di Hong Kong untuk para kawula, ini jelas akan membantu. Saat  ini China labih banyak menerima calon-calon mahasiswa dari Hong Kong untuk sekolah di universitas-universitas ternama di China. Memang dengan demikian orang Hong Kong menjadi lebih gampang masuk ke China daratan.

Add comment

Security code
Refresh