Opini
Buku “Dagang Pengaruh (Trading in Influence)”, Penulis : Brigita P Manohara, diterbitkan Rajawali Press, 2017 (Ist)

Oleh: Natalius Pigai

Resensi Buku

Judul              : Dagang Pengaruh (Trading in Influence)

Penulis          : Brigita P Manohara

Penerbit        : Rajawali Press, 2017

Dagang Pengaruh (trading in influence) atau tindakan memperdagangkan pengaruh demi keuntungan pribadi, rekan Bisnis atau golongan merupakan perilaku koruptif yg menyimpang dari etika dan moralitas. Perdagangan pengaruh yang dilakukan oleh sang pemangku jabatan, sanak saudara atau kerabat dekatnya adalah para aktor (actor of crimes) yang kita jumpai dalam negara-nagera dunia ketiga yang pemerintahannya cenderung otoriter, koruptif dan miskin.

Rejim Marcos di Philipina, Rejim Suharto di Indonesia dan sebagian pemimpin dunia ketiga yang secara terang benderang menerapkan birokrasi patrimonial (patron-klien) yg cenderung nepotis, koruptif dan kolutif. Di Indonesia, meskipun kejahatan ini telah berlangsung sejak adanya jaman VOC, namun pada masa orde baru Dagang Pengaruh (trading of influence) telah sukses mengorbitkan para Taipan2 besar sebagai kelompok oligarki yg menguasai hampir 80% kekayaan nasional.

Bergulirnya reformasi 1998 dengan menumbangkan rejim Suharto, adanya desentralisasi otoritas dalam tata kelola Pemerintahan, keterbukaan informasi, kemajuan demokrasi, perdamaian dan hak asasi manusia belum mampu memberi harapan untuk membangun negara bangsa (nation state) Indonesia yang nihil korupsi, kolusi dan nepotisme. Berbagai kasus penyuapan seperti Lufti Hasan, Ahmad Fathanah, Andi Malarangeng bahkan terakhir Irman Gusman telah menyatakan bahwa Dagang Pengaruh (trading of influence ) tetap ada mesti waktu dan periode silih berganti (Manohara, Hal: 127-183).

Ada benarnya jika penulis buku Dagang Pengaruh (trading in influence), Brigita Manohara  bahwa Perilaku koruptif adalah korupsi moral (moral coruption) yang telah menua sejak jaman Aristeles hingga machiaveli (Manohara, hal:1) dan bahkan di dalam perkembangan hukum dari jaman Mesir, ibrani, India, China dan juga penerapan hukum hamurabi di Babilonia terhadap gubernur yang terbukti disuap (Manohara, hal:3).

Kejahatan Dagang Jabatan sebagai sebuah tindakan perbuatan korupsi yang secara nyata tumbuh dan berkembang di Indonesia, namun sampai saat ini Pemerintah belum menerapkan jenis delik trading in influence di dalam Undang-undang tindak pidana korupsi padahal Undang-Undang Tipikor diadakan sejak tahun 1999 dan revisi terbatas di tahun 2001, seharusnya ketika Indonesia ratifikasi UNCAC tahun 2003 atau selanjutnya harusnya  Pemerintah melakukan penyesuaian melalui revisi terbatas UU Tipikor termasuk memasukkan Dagang Pengaruh (trading in influence) sebagai delik kejahatan dengan ruang lingkup yg jelas . Itulah Intisari kesimpulan dan saran dalam buku Brigita Manohara (hal:187).

Kalau boleh jujur, Buku Berjudul Dagang Pengaruh Karya Brigita Manohara ini amat berat karena menemukan (eksplorasi) secara ilmiah atas suatu tindakan kejahatan yang tidak pernah tersengar, bahkan asing dan tidak banyak (bahkan tidak ada) karya tulis ilmiah yang ditemukan di negeri ini. Mungkin buku ini merupakan kontribusi Brigita Manohara sebagai pribadi  anak bangsa bagi negeri ini karena sangat gerah melihat pera pemimpin yang aji mumpung memanfaatkan status dan jabatan untuk memperkaya diri sendiri, sanak saudara dan kroni-kroninya. Sementara tidak sedikit anak Rakyat menjerit dan berada dalam kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan.

Buku ini penulis menyajikan dengan bahasa ilmiah populer dan tata bahasa yang lugas dan jelas sebagai seorang pekerja jurnalis yang Malang melintang di berbagai media sehingga enak di baca, mudah dicerna dan gampang dipahami.

Apresiasi tentu harus diberikan kepada penulis muda berbakat ini atas karya cemerlang yg mampu membangun khazanah ilmu pengetahuan tentang sebuah tindakan kejahatan dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system) kita. 

*Penulis adalah Komisioner Komnasham.

Add comment

Security code
Refresh