Opini
Ilustrasi memukul bedug (Ist)

Oleh : Al-Zastrouw

Ramadhan usai sudah., Diharapkan bangsa ini memulai kehidupan baru yang lebih guyub didalam ke-bhinneka tunggal ika-an. Terutama menyambut Pilkada Raya 2018. Bergelora.com merasa perlu memuat tulisan budayawan Gus Durian, Al-Zastrouw di bawah ini. (Redaksi)

 

Ramadhan telah berlalu, meninggalkan kita semua tanpa kompromi. Hiruk pikuk Ramadhan dengan segala berkah, ampunan dan berbagai pernik ritual peribadatan seolah berakhir dengan datangnya hari kemenangan, Idul Fitri.

Setelah Idul Futri datang semua kembali normal. Tak ada lagi sholat taraweh, buka bersama, sahur dan ngabuburit.

Selama Ramadhan acara favorit yang paling ditunggu semua orang adalah bedug maghrib.

Kehadirannya ditunggu jutaan orang. Bedug maghrib menjadi sesuatu yang fenomenal dan monumental. Kehadirannya sangat, diperhatikan dan dibutuhkan. Semua orang menunggunya seperti menunggu seorang kekasih yang sangat dirindukannya

Saat waktu maghrib datang seluruh ummat Islam menyambutnya dengan suka cita. Seperti anak kecil menyambut mainan kesayangan yang baru ditemukan. Semua pekerjaan ditinggalkan, semua kesibukan berhenti saat mendengar adzan maghrib. Apa yang terjadi menunjukkan batapa dinantikan kehadiran bedug maghrib di bulan Ramadhan.

Posisi bedug maghrib di bulan Ramadhan sama dengan posisi rakyat di hadapan politisi saat menjelang Pemilu atau Pilkada (pemilihan).

Jelang pemilihan rakyat menjadi primadona. Mereka didekati, dirayu untuk diharap dukungannya. Demi memperoleh simpati rakyat, para politisi rela melakukan apapun. Mereka rela menunggui rakyat dengan penuh perhatian seperti orang berpuasa menunggu maghrib. Posisi rakyat jelang pemilihan sangat mulia dan berharga, karena semua membutuhkannya. Ini persis seperti posisi bedug maghrib saat Ramadhan

Bagi politisi busuk, perhatìan pada rakyat akan berhenti sampai masa pemilihan. Pasca Pemilihan dan mereka berhasil memperoleh kemenangan semua akan dilupakan. Tak ada lagi perhatian dan kepedulian pada rakyat harena hal itu sudah dilakukan saat menjelang pemilihan. Bagi politisi busuk berpolitik dan memperhatikan rakyat hanya sebagai sarana unt memenuhi nafsu kekuasaan semata.

Orang yang berpuasa hanya untuk memenuhi tuntutan melampiaskan nafsu semata tdk ada bedanya dengan politisi busuk. Mereka menunggu  bedug maghrib dengan penuh perhatian hanya pada saat Ramadhan, sebagai momentum melepas nafsu. Setelah Ramadhan mereka tdk peduli lagi pd adzan Maghrib. Seperti politisi busuk yang tidak mempedulikan rakyat setelah berkuasa. Mereka mabuk kemenangan di hari Lebaran spt politisi busuk mabuk kemenangan pasca pemilihan

Hal seperti ini tidak mungkin terjadi pada politisi idealis-moralis. Politisi seperti ini akan terus memperhatikan nasib rakyat meski masa pemilihan sdh usai dan memperoleh kemenangan. Krn bagi mrk berpolitik adalah perjuangan dan pengabdian untuk membela kepentingan rakyat dan mewujudkan kemaslahatan ummat.

Sikap yang sama juga akan dilakukan oleh orang-orang yang berpuasa sebagai sarana beribadah dan pendidikan mengendalikan nafsu. Orang seperti ini akan terus memperhatikan keberadaan adzan maghrib, terus bertadarrus, qiyamul lail dan bersedekah meski ramadhan telah lewat. Mereka tidak mabuk kemenangan dihari lebaran seperti politisi idealis yang tidak mabuk kemenangan pasca pemilihan.

Kini Ramadhan telah berlalu, saatnya merenung dan bercermin, kita masuk golongan yang mana. Golongan yang kembali mengabaikan bedug maghrib pasca Ramadhan, atau masuk dalam kelompok orang-orang yang tetep memperhatikan dan menunggu bedug maghrib spt meski Ramadhan telah berlalu

Orang-orang yang mengabaikan bedug maghrib pasca Ramadhan maka sesungguhnya sikap mereka tidak jauh berbeda dengan politisi busuk yang mengabaikan rakyat setelah berhasil memperoleh kemenangan pasca pemilihan

Dalam suasana Idul Fitri ada baiknya kita berdoa supaa diberi kekuatan untuk tetap istiqamah mengendalikan nafsu. Tetap semangat menunggu bedug maghrib seperti saat Ramadhan. Agar nasib bedug maghrib tidak seperti nasib rakyat di hadapan politisi busuk. Ditunggu dan diperhatikan saat dibutuhkan. Dilupakan dan diabaikan setelah memperoleh kemenangan.

Comments   

0 #5 MashaSew 2017-12-13 18:38
This message is posted here using XRumer + XEvil 4.0

XEvil 4.0 is a revolutionary application that can bypass almost any antibot protection.
Captcha Recognition Google (ReCaptcha-1, ReCaptcha-2), Facebook, BING, Hotmail, Yahoo,
Yandex, VKontakte, Captcha Com - and over 8.4 million other types!

You read this - it means it works! ;)
Details on the official website of XEvil.Net, there is a free demo version.

Check YouTube video "XEvil ReCaptcha2"
Quote
0 #4 Amee 2017-12-07 22:19
Amazing forum posts Thanks!

Feel free to surf to my page: Michael: https://bucketlist.org/idea/6LiG/ideas-to-assist-properly-deal-with-nervousness/
Quote
0 #3 Octavia 2017-12-03 08:58
With thanks. I like it.

Take a look at my blog post: Michael: https://bucketlist.org/idea/6LiG/ideas-to-assist-properly-deal-with-nervousness/
Quote
0 #2 Hugo 2017-11-21 18:30
Cheers. Ample material.

Here is my blog Michael: https://bucketlist.org/idea/6LiG/ideas-to-assist-properly-deal-with-nervousness/
Quote
0 #1 Klara 2017-11-15 22:52
Amazing many of useful information.

Feel free to surf to my web site :: John: https://bucketlist.org/idea/6LiG/ideas-to-assist-properly-deal-with-nervousness/
Quote

Add comment


Security code
Refresh