Opini
Hotel Alexis di Jakarta yang ditutup Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Ist)

Hotel Alexis, yang menyediakan bisnis hiburan ditutup Gubernur DKI Anies Baswedan. Benarkah  ini sekedar pencitraan Gubernur baru. Yang jelas ada ribuan pekerja dan masyarakat sekitar Hotel Alexis yang akan terdampak dari penutupan tersebut. Pengamat Sosial, Erizeli Jely Bandaro menyoroti di akun facebooknya dengan judul asli ‘Intrik Bisnis Lendir’ dan dimuat oleh Bergelora.com (Redaksi)

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

HARI INI Senin tgl 30 Oktober 2017, sore Teks berjalan TV CNN INDONESIA :  Gubenur  DKI Anies Menyatakan izin ALEXIS tidak di perpanjang (ditutup)

Dulu di Era Soeharto tempat hiburan malam dikuasai oleh Keluarga Ibnu Soetowo, yang di komandani oleh Adiguna Sutowo, yang menggunakan TW , kakak beradik Cahyadi Kumala dan Haryadi Kumala. Tapi setelah era reformasi  khususnya era SBY bermunculan banyak tempat hiburan yang berkelas dunia. Mengapa saya katakan berkelas dunia ? karena sudah di kelola sebagaimana layaknya industri yang melibatkan agent international penyedia wanita penghibur, agent musik dan professional dance. Tempatnyapun di design sangat mewah untuk sorga bagi pelanggan Spa, Music lounge, massage , KTV, Bar.  Sekilas memang tempat ini sebagai etalage wisata malam. Tapi bukan rahasia umum bahwa tempat tempat itu juga menyediakan kamar hotel dan kamar massage yang bisa dipakai tempat execute.

Nah di era Foke sebagai Gubernur dan SBY sebagai presiden, business hiburan malam nampak adem walau menyimpan api dalam sekam karena persaingan keras antar pemilik business hiburan. Yang menarik adalah datangnya pendatang baru yang tampil percaya diri di era SBY, yaitu  Arief ( Cocong ). Dia dulu adalah sahabat SBY waktu SBY bertugas di Palembang. Bisnis utamanya adalah jasa EMKL, yang tentu punya koneksi hebat di kalangan pejabat bea cukai. Selama era SBY, Cocong mengembangkan bisnis hiburan dibawah bendera Malio Group, yang meliputi Stadium , Malioboro, Milles Club, Sumo, Classic, Nebula, King Cross, Level V, Exodus, Kampus, Rajamas.

Keberadaan Cocong membayangi Alexis Group yang mengelola Alexis Hotel, Play Club, Zen, Club 36, Emporium, Colosseum and 1001, Tease Club. Orang awam tahunya pemilik Alexis Group adalah Alex Tirta, tapi kalangan business tahu dibalik nama Alex Tirta adalah pemain lama dengan Godfather adalah TW. Juga di ceruk business hiburan seperti life style night bagi kalangan middle class, seperti OPCO, Ismaya, Union Group, Potato Head, MRA, Hard Rock Café, MAP, Cork and Screw , All-In, Biko, Immigrant, Rys, dimana semua berhubungan dengan miras yang berlisensi dari pemerintah,  yang umumnya dikelola oleh putra putri konglomerat yang tadinya sekolah di Amerika atau Australia.

Di Era Ahok fenomena bisnis hiburan ini dipetakan dengan baik. Ahok melihat potensi PAD ada pada bisnis ini. Makanya dia tidak melarang secara ketat walau dia sering nyinyir soal bisnis ini. Itu mungkin sebagai bentuk penolakannya sebagai pribadi krisitiani yang taat. Ahok menetapkan aturan pengawasan terhadap tempat hiburan itu dengan menempatkan CCTV di tempat tersebut, dan cashier online ke database pendapatan daerah untuk memastikan tidak ada penyelewengan pajak. Kemudian menetapkan pajak hiburan setinggi tingginya.Jadi sama dengan kebijakan penjualan rokok di luar negeri .Silahkan beli tapi pajak 4 kali lipat dari harga.  Kalau bandel anda harus bayar ongkos sosialnya, tapi kalau engga mau itu memang lebih baik.

Semua tahu bahwa bisnis hiburan itu berhubungan dengan lingkaran kekuasaan baik kekuatan informal maupun formal. Di Era Soeharto , upeti mengalir kepara peinggi TNI sebagai bentuk biaya perlindungan. Di Era SBY, biaya perlindungan diberikan bukan hanya kepada TNI tapi juga Ormas. Di Era Jokowi, keadaan ini tidak berubah.  Hanya saja menjadi lain, ketika group Cocong mulai ngeyel  terhadap kebijakan Ahok, dan ini diketahui oleh Ahok dengan adanya banyak tekanan dari kalangan ormas dan Partai oposisi kepada Ahok. Namun bukannya Ahok berdamai malah makin gila dia.  Di era Ahok sebagai Gubernur, yang ngeyel dia sikat ,seperti Stadium, Kampus, Rajamas , Milles semua berhasil ditutup oleh Ahok. Itu semua tadinya milik Malio Group, Cocong

Sementara Group Alexis lebih bisa menerima kebijakan Ahok. Dari teman,  saya tahu bahwa TW sangat takut melanggar aturan apalagi sampai berani melawan. Engga mungkin TW berani. Pernah teman saya cerita TW ancam anak buahnya kalau ketahuan bisnis narkoba dia sendiri yang akan  habisi mereka setelah itu dia sendiri yang akan seret mereka ke Polisi.  Dari dulu dia aman karena loyal kepada penguasa , siapapun itu penguasanya. Ketika Kampanye PILKADA DKI, Anies selalu nyindir Alexis tanpa sekalipun dia nyindir Malio Group. Karena kita tahu bahwa Malio group memang dibacking oleh Baret Merah dan Partai dari koalisi Merah Putih berserta Ormas pendukungnya. Jadi, silahkan nilai sendiri bahwa Issue soal penutupan Alexis tak lain riak dari adanya persaingan bisnis hiburan malam antar dua godfather, TW dan Cocong. Dan TW tenang saja. Engga ngaruh apapun.

Dan ini berhubungan dengan uang beredar sedikitnya Rp 60 trilun setahun. Apakah dengan uang sebanyak itu akan mudah membuat TW kalah begitu saja? Akses politik TW lebih hebat. Contoh dia memegang kendali dan izin peredaran miras di Indonesia dan ini tanpa dukungan luas engga mungkin bisa. Nah Mau coba?

ngga mungkin bisa. Nah Mau coba?

Comments   

0 #3 MashaSew 2017-12-14 06:59
This message is posted here using XRumer + XEvil 4.0

XEvil 4.0 is a revolutionary application that can solve any anti-botnet captcha.
Captcha Recognition Google (ReCaptcha-1, ReCaptcha-2), Facebook, BING, Hotmail, Yahoo,
Yandex, VKontakte, Captcha Com - and over 8.4 million other types!

You read this - it means it works! ;)
Details on the official website of XEvil.Net, there is a free demo version.

Check YouTube video "XEvil ReCaptcha2"
Quote
0 #2 Deandre 2017-12-06 07:19
I see you don't monetize your website, don't waste your traffic, you can earn extra bucks every
month because you've got high quality content.
If you want to know how to make extra $$$, search
for: Boorfe's tips best adsense alternative

Feel free to surf to my weblog FirstDean: https://09Phillis.blogspot.com
Quote
0 #1 Jamila 2017-11-26 21:48
I have checked your site and i have found some duplicate content, that's why you don't rank high in google,
but there is a tool that can help you to create 100% unique articles, search
for; Boorfe's tips unlimited content

my homepage; DonetteSmall: https://Antonietta21.jimdo.com
Quote

Add comment


Security code
Refresh