Opini
Amien Rais. (Ist)

Amien Rais kembali ingin tampil di panggun nasional. Kali ini dengan mencalonkan dirinya untuk menjadi presiden 2019-2024. Novi Viky Akihary menyorotinya di akun facebooknya dan dimuat ulang Bergelora.com. (Redaksi)

Oleh: Novy Viky Akihary

MEMBACA berita Amien Rais nekat jadi Capres pada Pilpres tahun 2019 jadi tersenyum sendiri, apalagi ketika disebutkan bahwa tekad si tua gaek ini terinspirasi oleh keberhasilan Dr. Mahathir Mohamad yang memenangi Pilihan Raya Malaysia dan kembali menghantar ia ke-pucuk pimpinan nasional sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Bagaimana tak tergelak membacanya, bayangkan Datuk Mahathir Mohamad adalah ikon keberhasilan bangsa Malaysia karena keberhasilan beliau membawa Malaysia menjadi salah satu negara paling makmur di kawasan Asia Pasifik pada era ia berkuasa sebelumnya. Justru berbanding terbalik Amien Rais malah menjadi simbol kegagalan seorang politisi, bahkan ia nyaris membawa Indonesia kepada kehancuran lewat konsep negara federasi.

Amien Rais cuma penumpang gelap reformasi yang mengejar gelar bapak reformasi, Tri Sutrisno mantan Wapres serta Sri Bintang Pamungkas malah mencap si tua gaek ini sebagai penghianat bangsa.

Amien Rais mendeklarasikan diri sebagai Capres itu konstitusional, yang paling penting ada partai mau mendukung dia sehingga mencapai 20% Parliamentary Threshold sesuai UU Pilpres. Bisa jadi deklarasi Amien Rais adalah sebagai bentuk keresahan hatinya atas keterpurukan PAN yang oleh banyak lembaga survey diprediksi akan punah dari senayan.

Amien Rais sebenarnya adalah seorang yang sangat konsisten menyerang Jokowi guna mencari perhatian presiden, namun tidak pernah digubris. Hal ini tentu membuat kegalauan dihati si tua gaek ini.

Amien Rais yang dibungkus tekad 10% + nekat 90% langsung deklarasi Capres untuk 2019, dia pikir ini jurus jitu agar bisa memaksa Presiden Jokowi mengundangnya ke Istana atau datang ke Condong Catur sekalian bawa hadiah sepeda. Ternyata Jokowi malah merespon positif langkahnya untuk maju Capres, tentu hal ini malah menciptakan pekerjaan rumah baru buat si tua gaek beserta jajaran PAN, pasal andai diteruskan terus darimana logistik serta partai mana yang akan mendukung..?

Jokowi bukan orang yang gampang digertak, apalagi meladeni gertakan orang minim prestasi bahkan dicubit sebagai penghianat bangsa. Cukup dengan menggunakan 1 jurus Taichi dengan meminjam emosi lawan untuk kemudian mendorongnya terjerembab taik kebo diwajah, maka semakin letihlah si tua gaek karena energi yang terkuras habis.

A-min bukan A-plus oleh karenanya  sampaipun mati tidak akan pernah jadi presiden demikian kata Gusdur Almarhum, tapi Amien Rais bisa meminjamkan dengkulnya sebagai modal bagi orang lain untuk menjadi Presiden. Hal itu pula yang pernah disampaikan Gusdur bahwa beliau menjadi Presiden RI ke-4 hanya bermodal dengkul, dan itu pun adalah dengkul Amien Rais.

Terlepas bagaimana nanti kelanjutan humor politik ala Amien Rais tentang Capres, ada hal yang lebih penting bagi PAN dan keluarga besarnya agar segera mempersiapkan psikiatris untuk konseling si tua gaek kelak.

Add comment

Security code
Refresh