Wawancara

Kak Seto ditengah pameran Foto Ridhwan Siregar (Ist)Kak Seto ditengah pameran Foto Ridhwan Siregar (Ist)“Dear Messi, I was not there when you first standing and walking. But I choose to be there, when you bit your first apple.”

JAKARTA- Menjadi seorang Bapak Rumah Tangga bukanlah pilihan populer bagi sebagian besar lelaki. Tidak semua lelaki terbiasa mengerjakan urusan domestik rutin, seperti mengasuh anak, menemani jalan-jalan, mengajak bermain, dan sejuta urusan rumah tangga lainnya. Lalu, apa jadinya ketika seorang lelaki, Batak pula, memilih untuk mengambil peran ini?

Lewat jepretan kamera, yang kebanyakan menggunakan kamera telepon genggam, fotografer Ridhwan Siregar menyajikan sisi lain dari kehadiran seorang “Amang” dalam keluarga. Amang adalah sebutan atau panggilan Ayah atau Bapak dalam bahasa Batak. Selama hampir dua tahun menemani sang istri melanjutkan studi di New York, Ridhwan banyak belajar memahami putra pertamanya, Messi, secara intensif. Komitmen yang cukup menantang, mengingat itulah saat pertama kali ia tinggal bersama dengan anak dan istrinya dalam satu atap. Sebelumnya, Ridhwan tinggal terpisah dengan istri dan anaknya atas alasan pekerjaan.

Ketika merekam momen-momen pertumbukan Messi, Amang dan Messi berhasil menemukan medium pendekatan yang cukup efektif. Keduanya bekerja sama menghasilkan persona yang indah. Tanpa sadar, Ridhwan seolah kembali diingatkan bagaimana menikmati fotografi seperti ketika awal memotret. Akhirnya, Ridhwan juga merefleksikan hubungannya dengan Amangnya sendiri, Ersa Siregar.

“Harapan saya sederhana. Semoga ketika melihat foto-foto ini, lebih banyak lagi para ayah, atau Amang, yang berusaha meluangkan waktu lebih banyak buat anak-anaknya,” kata Ridhwan.  

 (Mencari) Amang adalah proyek foto yang dikerjakan selama empat tahun, melalui proses seleksi hingga lebih dari 12 ribu foto.

Pencerita Visual

Pameran Foto karya Ridhwan Siregar (Ist)Pameran Foto karya Ridhwan Siregar (Ist)Ridhwan Siregar adalah praktisi media dan komunikasi yang berdomisili di Jakarta. Ridhwan mengenal fotografi sejak kecil dari ayahnya yang seorang jurnalis. Mulai tahun 2002, Ridhwan serius menggeluti fotografi, pasca lulus dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, jurusan Komunikasi Massa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Di UNS, Ia bergabung dengan FISIP Fotografi Club (FFC).

Ridhwan pernah bekerja sebagai jurnalis di beberapa media, seperti Astro Awani news channel dan juga koresponden Metro TV di New York. Saat ini, Ridhwan tercatat sebagai fotografer lepas untuk Biro Foto di Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA. Ia juga sempat beberapa kali menjadi embedded photographer untuk sejumlah agensi kehumasan. Kliennya antara lain Mark Zuckerberg dan Anas Urbaningrum.

Sebagai pencerita visual, Ridhwan telah menggarap foto-foto reportase, portraiture, feature photo, dan juga videoSejumlah karyanya telah dimuat dalam berbagai media nasional dan internasional. Pada tahun 2013 hingga 2014, Ridhwan meneruskan pendidikannya di International Center of Photography, New York. 

Ridhwan telah berpartisipasi dalam sejumlah pameran, termasuk “Photograhy Takes Over – 2014” di Upstream Gallery in Hastings on Hudson (New York) dan “Street Photography” di @america (Jakarta). Selain itu, Ridhwan juga suka berbagi pengalamannya di bidang fotografi, diantaranya di Sekolah Dasar Bina Nusantara International School Simprug (Jakarta) dan Sekolah Sukma Bangsa (Aceh).  

Proyek (Mencari) Amang merupakan pameran tunggal pertamanya, setelah 12 tahun akrab dengan fotografi. Karya-karya Ridhwan dapat dilihat di ridhwansiregar.com. (Eva Fitrina)

Add comment

Security code
Refresh