Wawancara

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dan Ketua Forbides Kabupaten Cirebon, Bidan Sri Lestari ketika mengunjungi salah satu PAUD di Desa Pabedilan Kaler, Kecamatan Pabedilan, Cirebon, Jumat (28/4). (Ist)Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dan Ketua Forbides Kabupaten Cirebon, Bidan Sri Lestari ketika mengunjungi salah satu PAUD di Desa Pabedilan Kaler, Kecamatan Pabedilan, Cirebon, Jumat (28/4). (Ist)CIREBON- Selama tahun 2016, dana desa yang disalurkan pemerintah sebesar Rp46,98 triliun yang menghasilkan 60 km jalan desa, 40.000 MCK, 15.000 polindes 12.000 penampung air bersih dan 1.800 pasar. Setelah pembangunan infrastruktur desa diatas, pada tahun 2017 dengan kenaikan anggaran dana desa yang naik menjadi Rp 60 triliun diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi desa.

 

Dihadapan bidan desa yang tergabung dalam Forum Bidan Desa Cirebon (Forbides) aparatur dan masyarakat Desa Pabedilan Kaler, Kecamatan Pabedilan, Cirebon, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menjelaskan bahwa pada tahun ini dana desa harus dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Salah satunya adalah peningkatan kesehatan rakyat desa. Pagi itu, Jumat (28/4) secara mendadak, Mendes Eko secara mendadak mengunjungi pelosok desa atas undangan Forbides.

“Tahun ini pendapatan rakyat harus bisa naik. Ayo pastikan apa produk unggulan desa kita. Kalau gak fokus harga pruduksi mahal padahal harga jual jatuh. Kita kapok dan susah dapat pinjaman bank. Bank gak mau minjemin duit karena resiko tinggi,” jelasnya.

Mendes mengarahkan agar setiap desa yang kesulitan air agar membangun embung desa yang bisa menampung air.

“Gunakan dana desa 200- 500 juta untuk buat embung desa. Sehingga bisa saat kesulitan air, petani tetap bisa 3 kali tanam. Dan pendapatan masyarakat kembali meningkat, walaupun musim kering. Kalau embung desa belum dianggarkan, segera bikin APBDes Perubahan dan ajukan segera,” ujarnya disambut tepuk tangan masyarakat desa.

Menurut Mendes Eko, Embung juga bisa untuk pelihara ikan. Ia menjelaskan sebanyak 37% anak balita masih kekurangan gizi dan protein.

“Ikan bisa dijual murah atau dibagikan gratis pada masyarakat desa untuk peningkatan gizi dan protein balita,” ujarnya.

Forum Publik bertemakan ‘Memastikan Peran Bidan Dalam menjaga Ketahanan Desa’ yang dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo yang diundang oleh Forbides Kabupaten Cirebon di Desa Pabedilan Kaler, Kecamatan Pabedilan, Cirebon, Jumat (28/4). (Ist)Forum Publik bertemakan ‘Memastikan Peran Bidan Dalam menjaga Ketahanan Desa’ yang dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo yang diundang oleh Forbides Kabupaten Cirebon di Desa Pabedilan Kaler, Kecamatan Pabedilan, Cirebon, Jumat (28/4). (Ist)Embung desa juga katanya dapat dipakai untuk wisata pemancing.

“Nah nanti ibu-ibu kita bisa jualan aneka makanan yang akan meningkatkan penambahan. Jadi embung selain untuk meningkatkan hasil pertanian, meningkatkan gizi dan protein anak-anak kita, juga bisa untuk wisata pemancingan yang menguntungkan ibu-ibu,” ujar Mendes.

Mendes Eko juga mengarahkan agar setiap desa memiliki BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), agar desa memiliki usaha untuk mengisi kas desa.

“Dirikan PT Mitra Bumdes Desa Pabadilan Kaler-Cirebon, dengan Rp 50 juta dari dana desa, maka desa ini memiliki saham 51 persen. Kita sudah dirikan PT Mitra Bumdes Nusantara. Nanti semua subsidi pemerintah akan disalurkan lewat PT Mitra Bumdes Pabadilan Kaler-Cirebon. Selain mengelola embung desa, menyerap hasil panen, subsidi minyak dan gas, dan peralatan lainnya akan dikelola oleh perusahaan desa ini. Tahun depan akan ada hibah 10 traktor. Kalau dijaminkan ke bank bisa jadi 30 traktor,” jelasnya.

Bioskop Desa

Mendes Eko menjelaskan yang paling mudah dilakukan saat ini untuk menambah pemasukan desa adalah dengan mendirikan Bioskop Desa.

“Pak Kades, kalau malam Kantor atau Balai Desa kan gak dipakai. Pakai dana desa beli proyektor dan Sound Sistem yang bagusan. Setelah itu VCD. Kalau malam Kantor atau Balai Desa bisa jadi bioskop desa. Masyarakat ditarik Rp 1.000, Rp 2.000 juga mau. Nanti uangnya buat kas desa.  Jangan lupa biayai operasional bidan-bidan desa yang sudah bekerja kerja keras memastikan kesehatan rakyat dengan semangat selama ini,” katanya disambut tepuk tangan masyarakat.

Selain kas desa bisa bertambah, menurut Mendes Eko, masyarakat juga bisa menambah penghasilan dari bioskop desa itu.

“Bikin penguman pemutaran film yang menarik buat ditonton rakyat. Setiap kali ada pertunjukan film, ibu-ibu kita bisa jualan juga. Jual makanan, jual camilan dan lainnya buatan desa ini. Bisa juga sebelum pertunjukan ada penyuluhan-penyuluhan kesehatan dari ibu bidan,” jelasnya.

Yang penting menurutnya, bioskop desa bisa menghidupkan kegiatan di desa sehingga ekonomi terus berjalan setiap hari.

“Nonton  film kan menarik. Bapak ibu juga jadi punya hiburan dan masyarakat bisa berkumpul. Kalau gak punya anak terus, kasihan bidannya sibuk terus operasional pakai dana sendiri. Itu karena gak ada kesibukan di desa,” kata Mendes disambut geka tawa hadirin.

Selain itu, Mendes minta agar desa menyediakan lapangan olah raga desa. Pemerintah pusat menyediakan program untuk lapangan olah raga, desa menyediakan lahan.

“Alokasikan Rp 50-100 juta untuk bikin lapangan olahraga desa. Nanti saya bicara dengan Kemenpora. Jadi ada aktifitas buat anak mudanya. Gak kebut-kebutan, gak ikut narkoba, gak terpengaruh ajaran radikal.

Kemendesa dan Kemenpora menurutnya akan bekerjasama mengadakan berbagai liga olahraga. Ada liga sepakbola, volley dan lainnya. bikin liga desa, liga bola, liga volley dan liga lainnya.

“Bagusnya nanti ada kunjungan dari desa ke desa.  Setiap ada pertandingan pasti banyak yang nonton. Nanti ibu-ibu bisa jualan lagi. Jadi yang untung ibu-ibu lagi. Jadi banyak yang bisa dilakukan. Tolong dicatat pak kepala dinas. Pak kades dan camat tolong diperhatikan. Kalau itu dijalankan Insya Allah tidak akan ada desa miskin lagi,” katanya.

Mendes Eko mencontohkan, di Dompu, Nusat Tenggara Barat tadinya banyak desa tertinggal. Sekarang desa-desanya sedikit sekali yang miskin.

“Pandeglang tahun lalu masih ada 156 desa tertinggal, sekarang sisa 70 desa tertinggal. Mereka tanam jagung dan bikin keramba kerapu apung. Tahun ini di Pandeglang harus sudah tidak ada desa tertinggal. Saya mau Cirebon juga demikian. Kalau semua itu kita lakukan maka akan memberikan job dan kepastian kepada masyarakat,” katanya optimis.

Tambah Rp 120 Triliun

Mendes Eko juga mengabarkan bahwa tahun depan 2018, Presiden Joko Widodo akan menaikkan anggaran dana desa dari Rp 60 triliun menjadi Rp 120 triliun. Setiap desa akan menerima kurang lebih Rp 1,2 milyar.

“Namun saya tidak akan naikkan dana desa bagi desa-desa yang tidak pasang baliho pengumuman alokasi dana desa. Desa yang tidak menjalankan 4 program unggulan tetap cuma akan terima Rp 800 juta,” tegasnya.

Untuk itu Mendes Eko meminta agar bidan-bidan desa dan masyarakat ikut mengawal dana desa.

“Saya minta ibu-ibu bidan dan rakyat desa ikut kawal karena nanti yang rugi adalah masyarakat sendiri. Kepala desa dan pejabatnya dingatkan selalu supaya ikut program pemerintah. Karena program pemerintah tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya. (Web Warouw)

 

Add comment


Security code
Refresh