JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa berharap pengangkatan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dapat membuat urusan energi menjadi lebih baik.
“Ya kita harapkan dengan ada Menko baru urusan-urusan yang terkait dengan soal energi itu bisa menjadi lebih baiklah semuanya,” ujar Saan di Gedung DPR RI, dikutip Bergelora.cm di Jakarta, Jumat (2/10)
Saan mengatakan, urusan tersebut nantinya menjadi tanggung jawab Bahlil yang juga masih merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Jadi sekali lagi urusan itu nanti Pak Bahlil yang akan kan itu Pak Bahlil kan dan Pak Bahlil merangkap dengan Menteri ESDM,” kata Saan.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, merangkap jabatan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sudah dijabatnya.
Pengangkatan Bahlil dalam posisi barunya itu didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P/2026.
“Keppres Nomor 104/P/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029,” ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti saat membacakan keputusan presiden.
“Mengangkat sebagai menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih dalam sisa jabatan 2024-2029. Satu, Bahlil Lahadalia sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi,” imbuh dia.
Setelah keppres dibacakan, Bahlil beserta para menteri dan pejabat lainnya membacakan sumpah jabatan dipandu oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo, diikuti oleh para menteri dan pejabat.
Bahlil kemudian menandatangani berita acara pelantikan seusai membacakan sumpah.
10 Desa Gelap Gulita
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hingga saat ini masih ada sekitar 10.000 desa di Indonesia yang belum dialiri listrik. Hal ini disampaikan Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026) dikutip Bergelora.com di Jakarta..
“Kita masih mempunyai kurang lebih sekitar 10.000 lebih desa yang belum dijangkau listrik,” ujar Bahlil.
Bahlil menyebutkan, luasnya wilayah Indonesia menjadi tantangan pemerintah untuk menyediakan akses listrik bagi seluruh masyarakat. Indonesia terdiri dari 17.000 pulau, sementara jumlah desanya hampir mencapai 80.000.
“Sekalipun rasio elektrifikasi kita udah 99%, tapi karena jumlah desa di Indonesia hampir 80.000-an, jadi memang masih banyak sekali,” kata Bahlil.
Bahlil menyampaikan saat ini dirinya diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk bagaimana setiap desa di Indonesia harus bisa teraliri listrik. Ia mengatakan hal ini menjadi bagian dari swasembada energi.
“Di aspek yang lain, pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo memerintahkan kepada kami bahwa salah satu poin penting di Asta Cita selain daripada swasembada pangan adalah swasembada energi. Dan motor daripada swasembada energi ini salah satu di antaranya adalah listrik,” katanya.
Sebelumnya, Bahlil berjanji penerangan di seluruh desa dapat pada 2029-20230. Bahlil menekankan target tersebut juga merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kita akan dorong, kita akan bangun, dan perintah Bapak Presiden tahun 2029-2030, semua listrik di desa-desa atau dusun-dusun yang belum ada, Insyaallah doakan mohon dukungan dari Bapak-Ibu anggota Komisi XII untuk bisa kita selesaikan agar mereka juga merasakan bagian daripada kemerdekaan Republik Indonesia,” kata dia dalam rapat kerja di DPR, Senin (15/6/2026).
Secara rinci wilayah yang belum teraliri listrik terdiri dari 5.700 desa dan 4.400 dusun. Ia menyebut banyak desa juga yang telah memiliki storage tetapi belum ada listrik.
“Ada pulau, ada storage, nggak ada listrik. Coba bayangkan itu. Jadi, ada sebagian di Sulawesi, ada sebagian di Maluku, ada sebagian di Papua. Jadi, ini nambah, nanti kita akan dorong, kita akan bangun,” tandasnya.

