JAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) situasi politik nasional saat ini penuh dengan persaingan dan persekongkolan bahkan kebohongan dan caci maki. PPP melihat politik Indonesia menjadikan perbedaan sebagai sumber permusuhan hingga tidak terlihat lagi persatuan bangsa.
Hal ini disampaikan oleh oleh Ketua Umum, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy dalam puisi yang ditulisnya dalam Rapimnas PPP di Jakarta, yang berlangsung dari Selasa (23/5) sampai Rabu (24/5) dan diterima Bergelora.com di Jakarta, Rabu (24/5). Lengkapnya puisi yang mencerminkan hati mayoritas masyarakat Indonesia itu dibawah ini:
Kami Lelah
Oleh: M. Romahurmuziy
Kami Lelah dengan segala bentuk pergaulan
Yang penuh dengan kata-kata makian dan umpatan
Seakan tak ada lagi cara menjaga perasaan
Kami lelah dengan segala bentuk pergaulan
Yang selalu diiringi persaingan dan persekongkolan
Seakan tak ada lagi ketulusan
Kami lelah dengan segala bentuk pergaulan
Yang selalu disiarkan melebih-lebihkan dengan segala kebohongan
Seakan tak ada lagi kebenaran yang bisa diteruskan
Kami lelah dengan segala bentuk pergaulan
Yang menjadikan perbedaan sebagai sumber permusuhan
Seakan tak ada lagi balutan kebangsaan
Kami lelah dengan segala bentuk pergaulan
Yang penuh dengan agitasi dan provokasi
Seolah kebenaran itu milik dirinya sendiri
Kami lelah dengan segala bentuk pergaulan
Yang menafikan pertemanan, yang menihilkan persaudaraan
Seolah tak ada gunanya selama ini berjalan berkelindan
Lihatlah Indonesia
Hutannya ditebangi, tambangnya dicuri, tanahnya dikangkangi
Lihatlah Indonesia
Petaninya tak bertanah, nelayannya tak berumah, buruhnya dibayar murah
Lihatlah Indonesia
Rakyat miskinnya cukup untuk membuat 5 kali Singapura
Lihatlah Indonesia
4 orang terkayanya, sama dengan 100 juta termiskinnya
Lihatlah Indonesia
Elitnya sibuk rapat, menggalang pendapat, dan adu kuat
Kami lelah … tidakkah kau lelah … kita lelah?
Aku dan Kau memang tidak pernah sama
Namun Kita adalah Indonesia
Jakarta, 23 Mei 2017
Menurutnya, Rapimnas ini sekaligus adalah konsolidasi nasional PPP untuk mendinginkan suasana nasional yang makin riuh dengan intoleransi di berbagai bidang kehidupan.
“Karenanya sengaja diambil tema Ukhuwah Islamiah, Wathaniyah, dan Basyariah sebagai perekat NKRI,” tegasnya.
Pilkada 2018
PPP kubu Ketua Umum Romahurmuziy menggelar Rapat Pimpinan Nasional II sebagai forum konsolidasi partai untuk menghadapi Pilkada 2018.
“Rapimnas II dimaksudkan sebagai forum konsolidasi untuk menghadapi Pilkada 2018 yang akan digelar di 171 daerah,” ujar Waketum PPP, Fadli Nurzal sebelumnya.
PPP menargetkan bisa memenangi sekitar 30 persen dari jumlah keseluruhan Pilkada 2018 yang akan digelar di 171 daerah. Kader internal akan diprioritaskan untuk maju dalam Pilkada 2018 ini.
“Untuk Pilkada 2018 PPP menargetkan bisa mencapai kemenangan 30 persen dengan memprioritaskan kader internal yang berpotensi,” kata Fadli.
Selain itu, Rapimnas juga menjadi ajang bagi seluruh fungsionaris partai untuk menghadapi Pemilu 2019. PPP menargetkan bisa menembus tiga besar dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
“Rapimnas II dimaksudkan sebagai konsolidasi menghadapi pemilu 2019 yang ditargetkan menembus tiga besar,” tutur Fadli.
Rapimnas II ini dihadiri oleh seluruh pengurus harian, pimpinan majelis dan 34 DPW PPP seluruh Indonesia. (Web Warouw)

