JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengajak siswa-siswa SMA Taruna Nusantara untuk belajar sejarah. Menurutnya, pelajaran sejarah sangat penting agar generasi penerus tidak mengulangi berbagai kesalahan para pendahulu.
“Anak-anakku, belajarlah sejarah,” kata Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
“Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita harus belajar dari kekurangannya,” imbuh Prabowo dikutip Bergelora.com di Jakarta, Minggu (1/11).
Kepala Negara mengungkapkan, belajar sejarah akan membentuk pemahaman terkait sumber pemecah-belah bangsa. Sebaliknya, ketidaktahuan justru akan membuat negara meninggalkan persatuan. Adapun pelajaran sejarah yang paling sakit bagi Indonesia adalah pernah dijajah oleh bangsa lain.
“Kenapa berhasil kita dijajah? Karena kita tidak bersatu! Pangeran yang satu lebih baik dia kerja sama dengan orang asing daripada kerja sama dengan saudaranya sendiri. Ini sejarah kita. Ini yang harus kita belajar,” tutur Prabowo.
Ia pun menuturkan, melupakan sejarah adalah kelemahan bangsa Indonesia. Ia lantas menyebut ada sejumlah pemimpin yang lupa atas histori bangsanya. Padahal, kelompok penjajah sejak ratusan tahun memiliki ajaran divide et impera alias pecah belah.
“Kelemahan bangsa Indonesia, pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah! Ini pelajaran ribuan tahun. Teknologi berubah, tapi sifat manusia tidak berubah,” tutur dia.
Di sisi lain ia bersyukur pendiri-pendiri bangsa dan pejuang kemerdekaan meyakini bahwa hanya dengan persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia bisa bernegara dengan baik. Ia ingin semangat ini diteruskan oleh generasi selanjutnya.
“Jadi, kalau kita tidak belajar sejarah, kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan sejarah, kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pendahulu kita,” tandasnya.
SMA Taruna Nusantara Cimahi Diresmikan
SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi diresmikan pada Jumat (30/10/2026) oleh Presiden Prabowo Subianto. Prabowo berpesan kepada para siswa dalam sabutannya agar terus tekun belajar.
Ia meminta para pamong dan guru memberikan bimbingan, pendidikan, dan keteladanan kepada murid-murid.
“Tanamkan terus nilai patriotisme, integritas. Daripada ratusan orang pintar, berilah kepada negara pemuda, pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara,” ujar Prabowo, dikutip dari Antara, Minggu (1/11/2026).
Lahirkan generasi muda yang menjadi pemimpin bangsa Presiden berpesan untuk SMA Taruna Nusantara Kampus supaya melahirkan generasi muda yang menjadi pemimpin bangsa pada masa depan dengan menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan memiliki jiwa nasionalis.
“Tanamkan terus nilai patriotisme, integritas. Daripada ratusan orang pintar, berilah kepada negara pemuda-pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara,” kata Prabowo.
Sekolah berasrama yang berlokasi di Kota Cimahi, Jawa Barat ini berdiri di atas lahan seluas 30,2 hektare.
Terdapat 30 ruang kelas dengan fasilitas pendukung lainnya dan diisi oleh peserta didik sejumlah 677 orang. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Salah satu penunjang belajar murid SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi ialah ruang AeroNautica.
Presiden juga sempat melihat hasil riset para siswa, di antaranya alat pembasmi nyamuk berbasis getaran ultrasonik dengan daya hibrida serta sistem irigasi pintar.
Dengan resminya Kampus Cimahi ini maka SMA Taruna Nusantara kini hadir di enam lokasi di Indonesia meliputi Kampus Magelang di Jawa Tengah, Malang di Jawa Timur, Cimahi di Jawa Barat, Pagar Alam di Sumatera Selatan, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Langowan di Sulawesi Utara.
Awalnya SMA Taruna Nusantara hanya berada di Magelang. Kelima kampus baru ini dibangun dalam masa dua tahun masa pemerintahan Prabowo.
Seluruh SMA Taruna Nusantara membebaskan biaya pendidikan kepada para peserta didik alias gratis. Ini merupakan upaya dalam memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, sebagaimana tertuang dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, yang dikutip Antara, Jumat. (Web Warouw)

