Selasa, 28 April 2026

GINI LOH…! Kaum Perempuan Pelopori Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Sulawesi Tengah

Perhimpunan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah . (Ist)

PALU- Perhimpunan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah selalu konsern dalam pemdampingan Perempuan. Kali ini Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKPST) kembali melaksanakan aktifitas pemulihan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang terdampak bencana gempa dan Likuifaksi di Kabupaten Sigi dan Donggala.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya.  KPKP-ST yang bekerjasama dengan Yayasan Danamon Peduli telah menyalurkan bantuan alat produksi usaha alternatif bagi kelompok usaha perempuan korban bencana di dua Kabupaten tersebut.

Menurut Eva Bande selaku ketua Dewan pendiri KPKP-ST menyampaikan melalui pelatihan Managemen Usaha ini diharapkan kedepan akan lahir tenaga-tenaga manejerial yang sudah terampil di masing-masing Desa dengan komitmen yang kuat untuk mengebangkan usahanya menuju kemandirian.

“Saatnya masyarakat mengkonsumsi produk alami dan sehat, minyak kelapa dalam lebih sehat,” katanya.

Selain itu Eva berharap usaha-usaha ekonomi warga yang terdampak dapat memenuhi kualifikasi standar yang layak dalam memasuki pasar yang lebih besar dan luas.

“Perempuan itu kuat untuk bangkit pulihkan ekonomi pasca mengalami bencana”. Ujar Eva,” katanya.

Dalam kegiatan pelatihan yang diadakan di Palu sejak 23 – 25 Januari ini melibatkan peserta sebanyak 50 orang dengan 21 jenis usaha yang berasal dari 22 Desa dalam 7 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sigi dan Donggala.

Terdapat berbagai Jenis Usaha kelompok perempuan yang berbeda-beda antara lain Usaha pembuatan Kopi,  Dodol Kelapa Muda,  Minyak kelapa dalam,  selai pepaya,  torpila ubi jalar,  kerajinan yang terbuat dari Lidi, Virgin Coconut Oil (VCO)  dan lainnya. 

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Aris Singi yang mewakili Bupati Kabupaten Sigi.

Dalam sambutannya Kadis Perindag Kabupaten Sigi  menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten sigi sangat mengapresiasi kegiatan sosial dari KPKP-ST dan Yayasan Danamon Peduli karena telah banyak membantu masyarakat Sigi dan tentunya Pemerintah saat menghadapi situasi Pasca Bencana.

“Orang yang baik adalah mereka yang datang menolong saat ada orang-orang yang sangat membutuhkan,  demikian halnya Negara dalam hal ini Pemerintah harus selalu ada saat masyarakatnya membutuhkan,” katanya.

Hal ini sudah sangat jelas menjadi tugas Pemerintah dengan memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.

“Maka untuk Kabupaten Sigi sendiri berkomitmen untuk membantu proses perizinan bagi usaha kelompok perempuan yang sudah ada,  sehingga mudah mendapatkan pasar yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu sala satu peserta Ibu Yeni Putong dari Desa Bunga Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi menyampaikan sangat senang jika pemerintah Kabupaten Sigi bisa memfasilitasi masalah perizinan.

“Ini akan sangat membantu kami perempuan yang ada di Desa. Karena selama ini usaha pembuatan kecap rempah yang kami kelola sudah satu tahun ke depan bisa dipasarkan ke mini market.  Karena selama ini masih dititip di kios-kios kecil. Padahal hasil produksi kami sebenarnya tidak kalah dengan kecap produk dari pabrik. Justru lebih alami dan bisa menyembuhkan batuk karena terbuat dari aren dan kemiri,” jelasnya. 

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sementara itu peserta asal Desa Dampal Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Ibu Nuriatin menyampaikan usaha minyak kelapa dalam akan bisa bersaing dengan minyak kelapa sawit yang banyak beredar selama ini jika pemerintah serius membantu perizinannya.

“Kami sangat berterimakasih kepada KPKPST sudah memfasilitasi dalam pelatihan ini dengan harapan setelah ini kami bisa mengelolah usaha kelompok dengan anggota sebanyak 100 orang ini menjadi lebih maju nantinya,” katanya. (Lia Somba)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles