BANDAR LAMPUNG- Semakin banyak borok terbongkar di Universitas Lampung (Unila), sebuah kampus negeri dibawah Kementerian Ristek Dikti. Kali ini kampus melindungi seorang dosen pelaku pelecehan seksual pada mahasiswanya.
“Tindakan pelecehan terjadi ketika (mahasiswi sedang-red) proses bimbingan skripsi. Saya gak tahu apakah ini sudah direncanakan oleh ybs atau gimana. Yang pasti disaat proses bimbingan lebih sering diwaktu ruang dosen kosong,” demikian twit oleh akun @ HUKUM DOSEN CABUL, Mencari Keadilan untuk Korban Pelecehan yang diterimam Bergelora.com di Bandar Lampung, Rabu (26/2).
Akun itu menuliskan bahwa pejabat kampus Unila masih diam.
“Jangan ada dosen cabul diantara kita,” tegas akun itu dengan latar belakang kampus Fisip, Unila di Lampung.
Setelah itu sebuah pesan masuk kepada Bergelora.com “ Ada dosen cabul di Fisip Univ. Lampung mas,” katanya pesan dari sumber yang belum mau disebut namanya.
Redaksi kemudian menghubungi sumber pesan tersebut dan mendapatkan informasi bahwa baru saja ada pesan di grup Whatsapp IKA FISIP UNILA yang mengkonfirmasi kabar tersebut, namun sudah diselesaikan secara intern oleh pihak Unila.
“Berita sudah lama juga dipendam oleh pihak kampus. Mereka berusaha menutup kasus ini mas,” kata pengirim pesan itu.
Pengirim pesan itu kemudian mengirimkan foto surat kepada Dekan Fisip Universitas Lampung yang ditandatangani oleh Drs. R. Krisbintoro, M. IP, sebagai Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Unila dengan NIP 196112181989021001.
“Berdasarkan hasil rapat Jurusan Ilmu Pemerintahan Unila pada tanggal 16 Januari 2019 diruang rapat Jurusan Ilmu Pemerintahan menyikapi perbuatan tercela dosen tetap non PNS atas nama Andri Marta….diberhentikan tidak hormat,” demikian petikan dari surat tersebut.
“Ya mungkin sudah ada upaya beberapa kali oleh pelaku dan gak bisa nahan hasrat sexualnya lagi. Megang daerah sensitif si korban. Karena gak terima ada perlawanan dari korban. Si pelaku masih aja usaha dan lanjutin lagi. Dan korban ini masih ngeberontak. Kena pukul lah pelaku ini kebetulan memang ada bekal karate korban ini bro. Nah..tapi di ancam sama si pelaku jangan sampai ada yang tau kejadian ini nanti saya gak lulusin nilai2 kamu kata si pelaku,” kata sipengirim pesan mengutip keterangan korban yang berinisiap DI.
Sebelumnya Rektor Unila terlibat dugaan melakukan kekerasan dengan memukul seorang ibu tua, memaksa jual tanahnya.
Rektor Unila juga sedang menghadapi sidang gugatan dosen Maruly Hendra Utama yang gajinya berbulan-bulan tidak dibayar setelah menjalani hukuman akibat menggugat penyogokan oleh pejabat kampus. (Salimah)