JAKARTA- Pada dasarnya tema Debat Ke 4 Capres hari ini adalah sesuatu yang sangat dikuasai oleh Pak Prabowo. Isu khilafah sebenarnya isu usang yang sudah tidak relevan saat ini. Pancasila adalah ideologi tunggal yang sudah disepakati, diterima, dan menjadi pedoman bagi seluruh bangsa Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Juru Bicara Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (30/3).
“Harap diingat ya, Pancasila adalah hadiah terbesar Umat Islam Indonesia untuk bangsa ini. Toleransi terbaik umat Islam dalam bernegara, adalah diterimanya Pancasila sebagai ideologi dan pedoman hidup bangsa,” katanya.
Jadi menurutnya, sangat keliru jika ada pendapat mengatakan bahwa akan mengganti Pancasila dengan Sistem Khilafah. Prabowo sudah berkomitmen akan menjaga Pancasila. Karena Prabowo seorang Patriot dan Pancasilais.
“Jika disebut juga oleh pihak tertentu bahwa ada kelompok radikal dikubu kami, pendapat ini pun tidak berdasar. Sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal jika seorang Prabowo Subianto berkompromi dengan kelompok radikal dari paham manapun. Kami bantah ini 1000 persen!” katanya.
“Selanjutnya tentang isu Dwi Fungsi TNI (dulu ABRI). Ya sangat tidak tepat jika sistem ini kembali diberlakukan. Toh sudah ada keputusan politik atas hal ini saat awal reformasi tahun 1998 lalu. Keputusan melalui lembaga tertinggi negara saat itu. Pak Prabowo berkomitmen dan menjaga profesionalitas TNI dengan sumpah Sapta Marganya,” katanya.
Juru Bicara Prabowo- Sandi ini juga menyoroti tentang isu hoax yang akan dikenai UU Teorisme dan isu golput yang ada wacana akan dikenakan oleh UU ITE dan KUHP.
“Kita bersepakat hoax adalah musuh bersama. Pemerintah sebaiknya melihat konteks yang pas dan tepat, secara logika apa pun tidak tepat jika pembuat hoax dikenakan dengan pasal-pasal UU Terorisme. Coba pahami secara detil tentang terorisme itu seperti apa. Jangan malah mempermalukan Indonesia di forum internasional nantinya. Karena tidak bisa mendefinisikan pengertian tentang terorisme dan hoax,” katanya.
Sama halnya juga dengan golput. Yang mana golput ini adalah pilihan pihak tertentu yang fenomenanya selalu terjadi dalam pemilu.
“Semestinya kaum golput ini diyakini agar gunakan hak politiknya dalam pemilu, bukan malah terkesan diancam menggunakan UU ITE dan KUHP,” katanya.
Presiden ISIS Indonesia
Sementara itu beberapa waktu lalu Prabowo Subianto menaiki mobil bernomor polisi B 264 RIS milik Chep Hernawan untuk menemui pendukungnya di Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Sejarah hidup Chep bertautan dengan ISIS. Sosok yang sempat berjuluk Presiden ISIS Indonesia ini pernah memberangkatkan 156 orang WNI ke Suriah pada 2014 silam.
Cecep alias Chep Hernawan adalah Ketua Umum DPP Gerakan Reformasi Islam (Garis), dan itu terlihat dari nomor plat mobil yang dipinjamkannya kepada Prabowo untuk kampanye di Cianjur. Kepada media, Chep mengakui bahwa mobil tersebut memang miliknya. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ISIS sudah menjadi masa lalunya.
Chep Hernawan pernah mengklaim dinobatkan sebagai pemimpin regional ISIS di Indonesia. Penetapannya selaku Presiden ISIS Indonesia itu dilangsungkan di Jakarta pada Maret 2014 silam. (Fatimah)

