Senin, 2 Februari 2026

BACA NIH…! Mayjen (Purn) Saurip Kadi: Jangan Biarkan Pemerkosa Ibu Pertiwi Kembali Berkuasa

Presiden RI, Joko Widodo (Ist)

JAKARTA- Sejak Orde Baru sampai kekuasaan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), rezim-rezim penguasa yang telah mengkhianati makna ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ telah diubah menjadi keadilan sosial bagi kroni penguasa. Hal ini disampaikan Mayjen (Purn) Saurip Kadi, mantan Asisten Teritorial KASAD TNI menanggapi pernyataan emosional dan kasar dari Calon Presiden Prabowo Subianto dalam kampanye di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Minggu (7/4) tentang ibu pertiwi diperkosa.

“Biarkan Jokowi menuntaskan pemulihan. Jangan biarkan pemerkosa ibu pertiwi kembali berkuasa,” tegasnya.

Menurutnya berkah dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa berupa sumber daya alam (SDA) yang begitu melimpah berupa tanah, tambang, hutan dan juga kekayaan laut yang semestinya ‘Dikuasai Negara, Untuk Sebesar-besar Kemakmuran Rakyat’ dalam prakteknya dibagi-bagi sedikit untuk BUMN dan yang banyak untuk kroni dalam dan luar negeri.

“Bahkan lebih dari itu, mereka juga diberi fasilitas dan kemudahan dibidang keuangan, bahkan proteksi serta monopoli. Siapa berani bantah ini,” ujarnya kepada Bergelora.com di Jakarta dari Kawasan Situ Panjalin Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (9/4) saat menghadiri upacara adat.

Saurip Kadi menjelaskan bahwa selama ini, kemiskinan rakyat justru dijadikan barang dagangan apalagi setelah memasuki era reformasi yang demokratis.

“Bak pahlawan dadakan, pada setiap Pemilu mereka seolah membela kepentingan rakyat kecil. Tapi setelah terpilih, mereka lupa apa yang dijanjikan dalam kampanye,” katanya.

Sauri Kadi mengingatkan kembali,– masyarakat tahu,– atas nama penertiban dan untuk menjaga wibawa pemerintah, dimasa lalu TNI pun dikerahkan untuk mengusir rakyat kecil yang terlahir dari keluarga miskin  dibanyak tempat dari tanah pekarangan sendiri dimana kuburan nenek moyang mereka berada di kawasan yang belakangan masuk dalam perijinan yang diterbitkan pemerintah. 

“Belum lagi kesenjangan wilayah, yang membuat lahirnya kecemburuan sosial bagi sejumlah daerah. Pendek kata, seperti yang disampaikan Pak Jokowi diawal pemerintahannya bahwa dimana-mana mafia, mafia dimana-mana,” katanya.

Yang pasti,– tegas Saurip Kadi,– saat ini Presiden Jokowi  telah menghentikan bagi-bagi lahan untuk konglomerat dan lebih dari itu justru Pak Jokowi membagikan sisa lahan seluar 12 juta hektar lebih yang belum sempat dikuasai konglomerat kepada rakyat setempat.

“Koq sepertinya Prabowo tidak tahu bahwa pak Jokowi lah yang mengembalikan kepemilikan sejumlah tambang seperti Blok Mahkam, Newmont, Rokan dan juga Freeport. Belum lagi kalau bicara kesenjangan wilayah akibat pembangunan infra struktur diluar Jawa terlebih di Indonesia bagian Tengah dan Timur terlalu jauh tertinggal. Bukankah ini yang sedang terus dikejar oleh pak Jokowi sampai saat ini,” ujarnya.

Oleh karenanya Suarip Kadi mengingatkan sekali lagi bahwa, masalah-masalah besar, seperti dalam pengambil alihan Freeport maupun pembubaran mafia migas Petral bisa dilaksanakan, karena Pak Jokowi bukan bagian dari masalah yang terus membelit ibu pertiwi.

Selain itu Saurip juga memaparkan, dana pendidikan nasional  yang selama ini hanya dinikmati oleh anak-anak keluarga kaya, kini melalui Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) anak anak yang terlahir dari kelurga miskin  bisa ikut mengenyam pendidikan hingga SMA.

“Sekarang pemerintah dan negara mewajibkan dan memastikan seluruh rakyat harus bisa sekolah. Karena sudah ada Kartu Indonesia Pintar. Kalau dulu, yang kaya saja yang bisa sekolah,” ujarnya

Menutup penjelasannya, Saurip mengajak bangsa ini untuk memilih Capres yang tidak bermasalah. Agar kelak menurutnya dalam mengatasi masalah yang terus membelit negeri ini, tidak ada terkendala berarti apapun, sebagaimana yang ditampilkan Jokowi dalam periode pertamanya.

“Janganlah memilih capres yang baru bisa sebatas Insya Allah atau janji akan melalukan perubahan. Nanti kalau dia berkuasa ibu pertiwi bukannya semakin pulih tapi kembali diperkosa,” tegasnya.

Saurip menyerukan kepada masyarakat untuk memilih capres yang telah terbukti berhasil melakukan perubahan, agar proses terapi pemulihan ibu pertiwi yang sudah nyata hasilnya,– bisa dituntaskan.

“Karena mustahil dalam 5 tahun kemarin, semua penyakit yang sudah terlanjur kronis yang diderita ibu pertiwi bisa disembuhkan,” ujarnya. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru