Minggu, 25 Oktober 2026

PECUUUT….! Presiden Minta Alat PCR Corona Buatan Lokal Segera Diproduksi Massal

Presiden Joko Widodo. (Ist)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta agar alat uji berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dibuat perusahaan dalam negeri untuk mendiagnosis COVID-19, segera diproduksi secara massal.

Selain alat uji (test kit) PCR, Presiden juga menginginkan ventilator atau alat bantu pernafasan bagi pasien COVID-19 buatan domestik segera diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasien yang terpapar virus Corona jenis baru ini.

ā€œSaya juga menerima laporan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek), yang telah berhasil mengembangkan PCR test kit, kemudian Non-PCR Diagnostic Test, juga ventilator serta ‘mobile BSL 2’ (mobile laboratorium biosafety level 2). Saya minta inovasi yang telah dilakukan mulai bisa produksi secara masal,ā€ kata Presiden saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video mengenai ā€œPercepatan Penanganan COVID-19ā€ dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/5).

Dengan adanya pasokan produski dalam negeri, kata Presiden, Indonesia dapat mengurangi impor alat kesehatan untuk penanganan COVID-19.

Dia memberi tenggat waktu alat kesehatan yang sedang dikembangkan Kemenristekdikti/BRIN itu dapat diproduksi massal pada akhir Mei atau awal Juni 2020.

Kepala Negara juga meminta pengujian plasma darah untuk terapi pasien COVID-19 terus dilanjutkan. Terapi plasma darah itu kini memasuki uji klinis berskala besar di beberapa rumah sakit di Indonesia.

Presiden juga meminta pengembangan terapi ā€œstem cellā€ atau pergantian sel-sel tubuh yang telah rusak terutama pada organ paru di tubuh pasien COVID-19.

ā€œKemajuan signifikan juga terjadi pada penelitian ā€˜genome sequencing’ (pengurutan genom). Ini tahapan yang sangat penting dalam menuju tahapan berikutnya untuk menemukan vaksin yang sesuai dengan negara kita,ā€ ujar dia.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Presiden meminta seluruh jajaran Kementerian dan Lembaga untuk mendukung penuh seluruh hasil riset dan inovasi guna penanganan COVID-19.

Dia meminta proses perizinan alat kesehatan terkait COVID-19 agar dipercepat. Selain itu, proses produksinya pun harus terkoneksi dengan industri, untuk kemudahan produksi. (Calvin G. Eben-Haezer)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles