JAKARTA- Ditengah situasi pandemi yang memperihatinkan ini, kinerja pemerintah dalam upaya
menangani permasalahan ini sedang diuji pada tingkatan yang sangat serius. Sayangnya beberapa orang menteri mengambil kesempatan dalam penderitaan nasional ini untuk menggadang diri untuk menjadi calon Presiden RI 2024 nanti. Hal ini ditengarai Ketua Umum Laskar Dewa Ruci, Mochtar Mohamad kepada pers di Jakarta, Jumat (2/4).
“Menjadi calon Presiden memang merupakan hak seluruh anak bangsa. Jika ingin berniat
mencalonkan diri sebagai Presiden, maka sebaiknya para Menteri atau pembantu Presiden secara sadar segera mengundurkan diri. Agar tidak mengganggu kinerja pemerintahan Jokowi dalam menghadapi pandemi Covid 19,” tegasnya.
Kebutuhan akan
kinerja yang profesional dan kinerja yang totalitas dari para pembantu Presiden sangat diharapkan oleh masyarakat, agar para pembantu Presiden dapat membuat kebijakan yang
paling tepat di masa krisis seperti saat ini.
“Tetapi panggung politik di masa pandemi juga menjadi sisi lain yang begitu menggoda
bagi para pembantu Presiden seperti Menteri atau setingkatnya,”
Ia sangat menyayangkan,
penderitaan ini lantas dimanfaatkan menjadi panggung politik oleh Menteri-Menteri, bahkan
kepala daerah yang berniat untuk naik panggung pada tahun 2024.
Hal ini teridentifikasi dari
maraknya sosial media yang masif dari para pembantu Presiden memamerkan branding nya
masing-masing untuk menarik simpati rakyat.
“Bahkan yang lebih parah diduga para Menteri
sedang asyik bermain sebagai endorser atau bahkan “calo” merek vaksin untuk masuk ke
Indonesia,” katanya.
Dalam hasil survey yang dilakukan oleh LSI dan Indobarometer di awal tahun 2021, setidaknya sudah memunculkan cukup banyak nama Menteri atau Pejabat Setingkat Menteri
yang masuk dalam bursa calon presiden pada tahun 2024.
Nama menteri yang ikut mencuat
sebagai kandidat potensial maju sebagai calon Presiden di tahun 2024 adalah :
1. Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan)
2. Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
3. Erick Tohir (Menteri BUMN)
4. Tito Karnavian (Menteri dalam Negeri) dan lain lain.
Seperti yang kita tau, bahwa pencoblosan pemilihan Presiden akan dilaksankan pada bulan
Maret tahun 2024. Namun demikian, tahapan Pilpres akan dimulai 20 bulan jauh sebelum hari
pencoblosan. Pelaksanaan tahapan pemilihan Presiden akan dimulai pada bulan Juli 2022, yang
artinya tahapan Pilpres otomatis akan berlangsung di tahun depan.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, ia mengatakan, pabila “ kegenitan ” ini tidak dapat dibenahi pada saat sekarang ini, akan berakibat pada stabilitas kabinet Indonesia Maju. (Enrico N.
Abdielli)

