JAKARTA – Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahaya akut dari radiasi dan zat kimia di fasilitas nuklir Natanz di Iran, yang telah diserang Israel. Tindakan Israel menyerang fasilitas nuklir itu dikecam banyak pihak di dunia.
“Meskipun tingkat radiasi di luar kompleks gedung normal, di dalam fasilitas Natanz, itu adalah kontaminasi radiologis dan kimia dan ada kemungkinan isotop uranium tersebar di seluruh fasilitas,” papar Kepala IAEA Rafael Grossi kepada Dewan Keamanan PBB di New York.
“Radiasi utamanya terdiri dari partikel alfa, (yang menimbulkan) bahaya signifikan jika terhirup atau tercerna. Risiko ini dapat dikelola secara efektif dengan tindakan perlindungan yang tepat,” ungkap Grossi dikutip Bergelora.com di Jakarta, Senin (23/6)
“Kekhawatiran utama di dalam fasilitas itu adalah toksisitas kimia,” ujar dia.
Kecaman keras terhadap Israel juga muncul dari China. Utusan China, Fu Cong, yang berbicara di Dewan Keamanan PBB sebelumnya, mengatakan, “Israel harus menghentikan tembakan sesegera mungkin untuk mencegah situasi meningkat.”
Cong mengatakan, “Serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran menjadi preseden berbahaya yang dapat menimbulkan konsekuensi bencana.”
Ia mengatakan, “Masalah nuklir harus dikembalikan ke jalur dialog dan negosiasi.”
Para pakar PBB mengutuk serangan Israel terhadap Iran, mendesak diakhirinya konflik. Mereka mengatakan serangan Israel “merupakan pelanggaran mencolok” terhadap hukum internasional.
“Serangan Israel dan tanggapan Iran dengan gelombang serangan berturut-turut terhadap wilayah masing-masing telah mengakibatkan banyak korban sipil, yang menegaskan kekhawatiran besar kami tentang siklus kekerasan yang merusak ini,” ujar para pakar PBB.
Mereka menjelaskan, “Kami sangat khawatir dengan laporan kematian dan cedera wanita dan anak-anak, yang termasuk yang paling rentan dalam konflik bersenjata dan secara tidak proporsional menanggung beban kekerasan tersebut.”
Para pakar juga mempertanyakan waktu serangan pertama Israel terhadap Iran, sesaat sebelum perwakilan AS dan Iran bersiap mengambil bagian dalam perundingan nuklir.
“Ini memperburuk tuduhan terhadap Israel karena menimbulkan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan dan sekitarnya,” tegas mereka. (Web Warouw)