JAKARTA – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa Demokrat akan selalu menjadi bagian dari solusi bersama Presiden Prabowo Subianto. SBY pun meminta agar tidak ada lagi pihak-pihak yang menambah masalah bagi Indonesia. Hal tersebut SBY sampaikan saat memberi sambutan dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 Demokrat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026) malam.
“Demokrat bersama Presiden Prabowo harus menjadi bagian dari solusi, bagian dari progres. Sudah banyak masalah yang dihadapi bangsa ini, jangan ditambah lagi oleh kita semua. Kita tahu cita-cita kita besar, insya Allah di abad 21 ini Indonesia bisa menjadi negara maju. Tahun 2045 Indonesia bisa menjadi stronger nation,” ujar SBY.dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa (13/1)
Hanya saja, SBY menyadari bahwa tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tidaklah mudah. Dia meyakini akan ada tantangan berat yang menanti bangsa Indonesia.
Meski begitu, SBY menegaskan bahwa seberat apapun tantangan, pasti selalu ada solusinya.
“Demokrat harus yakin bahwa kita dengan kebersamaan, dengan visi bersama, dengan kepemimpinan yang efektif bisa membangun hari esok yang lebih baik. Kita harus bekerja sekuat tenaga. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian,” jelasnya.
“Bersakit-sakit dahulu dalam arti berupaya, kemudian insya Allah kita akan bahagia di akhirnya nanti. Percayalah kalau ada kemauan ada jalan, if there is a will, there is a way,” imbuh SBY.
Founding Fathers Tersenyum
Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakini para founding fathers atau pendiri bangsa tersenyum ketika melihat situasi di Indonesia saat ini. Sebab, SBY menilai, persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan seluruh rakyat Indonesia membuat negara jadi semakin baik.
“Yang diperlukan di samping pikiran cerdas, kepemimpinan yang efektif di seluruh negeri, tapi juga persaudaraan, kerukunan, kebersamaan dari seluruh rakyat Indonesia apapun identitasnya untuk memastikan dan membuat negara kita sekali lagi makin ke depan makin baik,” ujar SBY.
“Saya yakin di dunianya para pendiri republik, para founding fathers, tersenyum bahagia malam hari ini karena bisa dirasakan kedekatan kita, kebersamaan kita, saling menyapa, saling menaburkan kasih dan sayang. Dan inilah yang harus hadir di mana pun sebetulnya, terutama di negeri yang kita cintai bersama ini,” sambungnya.
Presiden ke-6 RI ini menjelaskan, dunia telah banyak memberikan pelajaran. Dia melihat, banyak negara yang hidup dalam kegelapan dan tidak memiliki harapan atas masa depan. SBY menduga hal itu bisa terjadi lantaran mereka gagal merajut persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan.
“Bangsa itu terpecah dan terbelah, dan terus dalam suasana pertikaian dan permusuhan. Tentu bukan contoh seperti itu yang ingin kita bangun dan tuju di negeri ini. Bukan itu pilihan yang mesti dipilih oleh bangsa kita,” jelas SBY.
Ketika SBY Gantikan AHY di Perayaan Natal Demokrat: Tiada Rotan, Akar Pun Berguna… Oleh karena itu, kata SBY, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus bertanggung jawab secara moral untuk memastikan Indonesia tetap rukun dengan persaudaraan yang tinggi, sampai kapan pun.
Selain itu, SBY mengingatkan bahwa tugas tersebut juga diemban oleh pemimpin agama dan tokoh masyarakat.
“Menjaga persatuan dan kerukunan, unity in diversity, harmony in diversity, bukan not to be taken for granted. Harus dijaga, dirawat sampai kapan pun. Dan itu misi, kewajiban dan tanggung jawab para pemimpin di negeri ini, termasuk para pemimpin agama, para tokoh masyarakat di samping mereka-mereka yang sedang mengemban amanah untuk memimpin negara dan pemerintahan,” imbuh SBY. (Web Warou)

