Sabtu, 31 Januari 2026

JANGAN DIKORUP..! Mendikdasmen: Sekolah yang Direvitalisasi Akan Bertambah 60.000 di 2026

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan tahun 2026 akan ada penambahan sebanyak 60.000 sekolah yang akan direvitalisasi dari target awal 11.700 sekolah.

Menurut Mu’ti penambahan jumlah sekolah yang direvitalisasi itu merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

“Pak Presiden menyampaikan berulang kali di berbagai kesempatan bahwa tahun ini revitalisasi akan ditambah 60.000,” katanya di SD Ruhama Labschool UHAMKA, Tangerang Selatan, Banten, dikutip Bergelora.com, Kamis (15/1/2026).

Mu’ti mengatakan, nantinya jumlah sekolah yang akan direvitalisasi pada tahun 2026 mencapai 71.000 sekolah.

Hadirkan Sekolah Yang Layak Dan Pada Akhir 2029

Melalui target jumlah yang terus bertambah untuk program revitalisasi sekolah pemerintah berharap bisa menghadirkan sekolah yang layak dan pada akhir 2029, tidak ada lagi sekolah jelek seluruh sekolah di Indonesia.

“Kami harapkan sampai akhir tahun 2029 seluruh sekolah yang ada di Indonesia sebagaimana yang sering dikatakan Bapak Presiden, tidak ada sekolah yang bangunannya jelek, tidak ada sekolah yang atapnya bocor,” ujarnya.

Mu’ti juga menegaskan ingin mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan revitalisasi ini menjadi gerakan bersama untuk wujudkan anak-anak Indonesia yang hebat. Utamanya dengan membangun saran dan prasarana yang baik, guru berkualitas, memiliki kompetensi dan berintegritas serta berkarakter.

“Dengan membangun sarana dan prasarana pembelajaran yang berkualitas, guru-guru yang berdedikasi, kompetensi, dan berintegritas, serta kegiatan-kegiatan penguatan karakter yang kita harapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama mewujudkan anak-anak Indonesia yang hebat,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Mu’ti meresmikan revitalisasi sekolah di Tangerang Raya, di Provinsi Banten sendiri, total nilai bantuan untuk program revitalisasi pendidikan sebesar Rp 380 miliar.

Jumlah dana tersebut digunakan untuk merevitalisasi 323 sekolah, yang terdiri dari:

  • PAUD: 15 sekolah
  • SD: 107 sekolah
  • SMP: 75 sekolah
  • SMA: 52 sekolah
  • SMK: 60 sekolah
  • SLB: 8 sekolah
  • SKB (sanggar kegiatan belajar): 1 sekolah
  • PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat): 5 PKBM.

Tetap dengan Skema Swakelola

Sebelumnya, Abdul Mu’ti mengatakan, pada tahun 2026 program revitalisasi sekolah akan tetap menggunakan sistem swakelola. Menurut Mu’ti, penggunaan skema itu adalah arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam retreat di Hambalang, Jawa Barat lalu.

“Pak Presiden menegaskan bahwa pembangunan revitalisasi tahun 2026 tetap akan dilaksanakan dengan skema swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan penerima revitalisasi,” kata Mu’ti dalam peresmian revitalisasi sekolah di Garut, Jawa Barat dan disiarkan secara daring, Kamis (8/1/2026).

Mu’ti mengatakan, sebenarnya dalam proses revitalisasi dengan sistem swakelola yang dilakukan pada program revitalisasi tahun 2025 memiliki banyak manfaat.

Antara lain, pengerjaan menjadi lebih tepat waktu, efisien, serta bisa menyerap tenaga kerja yang berasal dari warga sekitar sehingga hampir 500.000 orang mendapatkan lapangan kerja.

“Ada penelitian dari LP3ES yang menyebutkan bahwa revitalisasi dengan suak gelola itu juga berkontribusi menggerakkan ekonomi di daerah-daerah,” ujarnya.

“Dan karena itu maka sekali lagi berdasarkan data-data tersebut sesuai dengan arahan Bapak Presiden, tahun 2026 ini revitalisasi akan tetap dilaksanakan dengan sistem suak gelola,” lanjut dia.

Selain itu, pengerjaan revitaliasi dengan swakelola juga, menurut Mu’ti, ternyata membuat laporan keuangan program tersebut menjadi sangat akuntabel.

“Sanking akuntabelnya, minggu yang lalu saya ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meresmikan revitalisasi untuk 12 ruang kelas baru di SD Negeri 2, Wonorejo, Karanganyar, Demak. Anggarannya tersisa Rp 3.200 dan itu dikembalikan ke Kas Negara. Sanking akuntabelnya pelaporan keuangannya itu,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan program revitalisasi tahun 2025 sudah dilakukan pada 16.171 sekolah sebanyak 95 persen sudah rampung total sementara sisa lima persennya diharapkan selesai proses revitalisasinya pada akhir Januari 2026.

Pada anggaran revitalisasi sekolah tahun 2026, jika sudah bisa digunakan pada Februari mendatang, maka kemungkinan sekolah yang menjadi target revitalisasi tahun ini akan selesai revitalisasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.

“Karena dengan sistem suak gelola yang sekarang ini kita jadikan sebagai model baru dalam revitalisasi, kami melakukan evaluasi, ternyata pertama penyelesaian pembangunannya bisa lebih tepat waktu,” jelas Mu’ti. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru