JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut pemain impor beras dan bahan pangan ilegal harus “dikejar” untuk diproses secara hukum. Pernyataan itu Purbaya sampaikan pada dikutip Bergelora.com di Jakarta, Kamis (22/1/2026) saat dimintai tanggapan terkait kasus impor beras ilegal yang sudah berulang kali terjadi meski pemerintah tidak membuka keran impor.
Terbaru, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar keberadaan 1.000 ton beras ilegal di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
“Ya yang tangkep, musnahkan, pemainnya dikejar,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Purbaya mengaku telah menerima laporan dari pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai terkait temuan 1.000 ton beras ilegal yang disita aparat bersama Mentan Amran.
Menurutnya, sebagian besar beras dan bahan. pangan lain yang disita dalam operasi senyap Amran akan dimusnahkan.
“Sebagian besar akan dimusnahkan katanya. Ya karena ilegal saja, sebagian kecil dijual, dilelang, kecil sekali,” kata Purbaya.
Ia menegaskan, barang ilegal tidak boleh masuk dan beredar di dalam negeri karena akan merusak perekonomian.
“Ini kan merusak pasar dalam negeri,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya pun menyatakan pihaknya membuka peluang memeriksa internal Bea Cukai, mengingat ribuan ton beras itu ditemukan di gudang Bea Cukai Balai Tanjung Karimun.
“Nanti kita lihat, nanti kita lihat,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Mentan Amran dan jajarannya menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.
Di sana, ia menemukan 1.000 ton beras ilegal yang dikirim dari Free Trade Zone (FTZ) Tanjungpinang. Adapun Tanjung Balai Karimun juga merupakan kawasan FTZ di Batam, Kepri.
Berdasarkan temuan Kementerian Pertanian, 1.000 ton beras ilegal itu tidak melalui prosedur karantina.
Selain itu, ia juga melihat pola distribusi 1.000 ton beras itu ganjil karena dikirim dari Tanjung Pinang yang tidak memiliki sawah sehingga bukan produsen beras ke daerah pusat penghasil beras seperti Riau dan Palembang.
“Bayangkan, beras dikirim dari daerah yang tidak punya sawah ke wilayah yang justru surplus. Ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya berhenti di pelaku lapangan,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Senin.
Amran pun memastikan, penanganan temuan 1.000 ton beras ilegal itu akan melibatkan Satgas Pangan dari Mabes Polri, Polda Kepri, TNI, Kejaksaan, Bea Cukai, dan Badan Karantina Indonesia.
Penindakan kepada mafia pangan, kata dia, merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto.
“Kami akan jaga petani, jaga pangan, dan jaga negara. Tidak ada toleransi untuk praktik ilegal seperti ini,” ucap Amran.
Sebelum temuan 1.000 ton beras ilegal di Balai Tanjung Karimun, Amran juga telah menyita 40 ton beras impor ilegal di Batam pada 25 November 2025. Tidak hanya beras, barang impor ilegal 4,5 ton gula pasir, 600 kilogram tepung terigu, 900 liter susu, 240 pieces parfume, 360 pieces mie impor, dan 30 dus frozen food juga turut disita.
Selain di Batam, kasus impor beras ilegal juga terjadi di Kota Sabang, Aceh dengan volume 250 ton. Ratusan ton beras itu diimpor PT Multazam Sabang Group. Padahal, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan untuk tidak mengimpor beras. Swasembada dan Stok Beras Melimpah Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengumumkan capaian swasembada beras pada 2025 karena berhasil tidak mengimpor beras konsumsi sama sekali.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dipimpin Amran juga telah mengumumkan stok beras awal tahun 2026 melimpah, mencapai 12,529 juta ton. Jumlah itu naik 203,05 persen dibanding stok awal tahun 2024. Stok 12,529 juta ton itu meliputi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 3,248 juta ton di gudang Bulog; stok beras di rumah tangga, produsen, dan konsumen; penggilingan; pedagang; hotel; restoran; dan katering.
“Tentu kita patut bersyukur dengan kondisi stok beras secara nasional untuk awal tahun 2026, sangat tinggi dan sangat aman,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan resminya, Jumat (2/1/2026) malam. (Web Warouw)

