Jumat, 6 Februari 2026

GIMANA YANG DILUAR JAWA NIH..? Puluhan Ribu BPJS PBI Dinonaktifkan, Warga Gunungkidul Keluhkan Sulit Berobat

JAKARTA – Puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinonaktifkan. Dampaknya, ratusan warga setiap hari mendatangi Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mengurus pengaktifan kembali kepesertaan BPJS mereka.

Di MPP Terminal Dhaksinarga menunjukkan ratusan warga mengantre di loket pelayanan, khususnya untuk pengaktifan kembali BPJS PBI.

“Saya mau berobat sakit mata, dan disarankan menggunakan BPJS karena sudah lama tidak aktif hari ini bersama anak saya mengaktifkan,” kata Kamto (70), warga Katongan, Nglipar, saat ditemui di MPP, Kamis (5/2/2026).

“Katanya kalau membayar mahal,” ucap dia.

Warga lainnya, Sariyana (46), warga Jatiayu, Karangmojo, mengaku terkejut setelah mengetahui BPJS milik ayahnya yang biasa digunakan untuk kontrol penyakit stroke mendadak tidak aktif.

“Kemarin tanggal 30 Januari masih aktif, dan saat mau berobat kembali tanggal 3 Februari ternyata tidak aktif,” kata Sariyana.

Ia mengungkapkan telah dua kali mendatangi MPP untuk mengurus pengaktifan BPJS. Pada kunjungan pertama, kuota pelayanan sudah penuh.

Sementara pada kedatangan kedua, ia belum melengkapi persyaratan administrasi.

“Ternyata kurang dari Kalurahan, besuk harus kembali lagi,” ucap dia.

Bagian Data MPP, Wagiyo, mengakui adanya peningkatan signifikan jumlah kunjungan warga ke MPP dalam tiga hari terakhir.

Mayoritas pengunjung mendatangi loket Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3) untuk mengurus BPJS PBI.

“Iya sudah tiga hari terakhir meningkat biasanya kunjungan hanya 50 sampai 100 orang,” kata dia.

“Selasa itu ada 200 an orang, kemarin itu ada 150 an, hari ini sampai jam 9 sekitar 100 an orang,” ucap Wagiyo.

Ia memprediksi lonjakan kunjungan akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, mengingat jumlah peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan mencapai sekitar 54 ribu orang.

“Mungkin bisa sebulanan seperti ini, karena ada pembatasan per hari hanya 150 orang,” kata dia.

Kepada Bergelora.xom si Jakarta, akamis (5/2) dilaporkan sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos P3 Gunungkidul, Suyono, membenarkan bahwa total sekitar 54 ribu warga Gunungkidul mengalami penonaktifan kepesertaan BPJS PBI per bulan ini.

Dinsos P3 membuka layanan pengaktifan kembali BPJS di MPP bagi warga yang membutuhkan penanganan medis segera. Namun, reaktivasi dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan untuk kasus-kasus medis tertentu.

“Untuk pengaktifan kita prioritaskan yang sangat membutuhkan seperti untuk kemoterapi, cuci darah. Jadi pekan ini kita prioritaskan itu dulu,” kata dia.

“Yang sekedar mengaktifkan belum dulu, kita prioritaskan urgen yang kita dorong,” kata Suyono.

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru