JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyebut pemerintah bakal mengimpor 50.000 ekor sapi dari Brazil untuk mengisi ekosistem peternakan sapi.
“Yang jelas Brasil sudah ada datang dari Brasil untuk sapi ya. Rencananya 50.000 sampai 100.000 ekor,” ujar Amran saat ditemui di di Kompleks Gudang Bulog Kanwil DKI & Banten, Jakarta Utara, Rabu (4/2/2026).
Amran tidak menjelaskan sapi yang diimpor untuk keperluan produksi susu atau pemotongan daging. Ia hanya menyebut sebagian sapi dari Brasil itu sudah tiba di tanah air.
Selain dari Brasil, pemerintah juga bakal mengimpor sapi dari berbagai negara.
Menurut Amran, ekosistem peternakan sapi dibangun di lima titik. Salah satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek itu kini tengah memasuki tahap pembangunan.
“Sudah bergerak, sudah groundbreaking. Sudah, lima tempat. Di NTB,” kata Amran.
Pada kesempatan sebelumnya, Amran menyebut, pemerintah bakal membuka peternakan sapi di Ponorogo, Jawa Timur dan Indramayu, Jawa Barat. Kedua peternakan itu bakal memelihara mengelola 67.000 ekor sapi.
Sebagian di antaranya sapi perah. Amran menyebut, proyek tersebut menggunakan dana dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Satu paket itu, dari hulu ke hilir itu Rp 2,4 triliun,” tutur Amran.
Peternakan itu akan dibangun dengan mengintegrasikan pabrik pakan hingga kandang. Peternakan juga akan dilengkapi lahan rumput untuk pakan.
“Pakannya disiapkan, ada sapi kan, sapi perah,” ujar Amran.
Kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (5/3) dilaporkan, proyek pembangunan peternakan sapi berawal dari perintah Presiden Prabowo Subianto kepada anak buahnya untuk memenuhi kebutuhan susu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prabowo menyampaikan perintah itu dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Kamis, 11 November lalu. Pemerintah berencana membangun peternakan di atas lahan 500.000 hektar dengan produksi 3 juta liter susu per hari. (Web Warouw)

