Kamis, 24 September 2026

ASAL MAMPU BAYAR NIH..! Begini Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong: Dari Gym hingga Minigolf

JAKARTA — Ombudsman RI menemukan bangunan mewah dekat rumah dinas Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, pada Rabu (23/9).

Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan ia menemukan beberapa rumah mewah dengan fasilitas lengkap yang merekrut warga binaan.

“Di dekat rumah itulah berdiri beberapa rumah petak kayak vila mini, fasilitas lengkap dan juga penempatan warga binaan. Kami wawancara langsung,” kata Syafrida dikutip Bergelora.com di Jakarta, Kamis (24/9)

Bangunan mewah tersebut juga direncanakan akan dibangun gym hingga minigolf.

“Lagi dibangun fasilitas gym, dan ada rencana pembangunan shelter untuk golf mini. Kita tanya petugasnya ya,” ucapnya

Kamar Mewah Berfasilitas Lengkap di LP Cibinong

Syafrida juga menemukan beberapa benda mewah lainnya, seperti televisi berukuran besar, pendingin ruangan, dan alat kebugaran. Apalagi pada pendingin ruangan ditemukan botol minuman keras.

Berdasarkan pantauan Syafrida, para warga binaan yang menempati fasilitas mewah ini harus membayar sejumlah uang. Walau begitu, pengakuan dari warga binaan tersebut belum didalami lebih lanjut.

“Dia ngaku warga binaan, dia berbayar, mengeluarkan uang,” ujarnya.

Ternyata, kawasan rumah mewah ini tidak memiliki pagar pembatas yang permanen. Apalagi kawasan ini terhubung langsung dengan perkampungan melalui semak dan rumpun bambu di sekitarnya. Akibatnya, ini jadi potensi akses keluar masuk tanpa pengawasan.

Tim Ombudsman mendapat penolakan saat masuk ke area lapaa meskipun sudah mengantongi surat tugas. Bahkan petugas meminta mereka menunggu kepala lapas.

“Sudah sidak ke beberapa institusi UPT lapas, tidak mengalami penolakan. Kenapa ini ditolak? Ini kali kedua,” ujar Syafrida.

Selain ketidakpuasan, Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin juga menyatakan kesulitan memeriksa seluruh kawasan mewah di lapas. Terlebih lagi, selama pemeriksaan, mereka ditonton oleh lebih dari 10 petugas yang menjaga dan mengikuti.

“”Kita itu tarik-tarikan sama mereka, ada 10 lebih, sambil wawancara orang,” kata Fikri.

Bahkan, petugas tersebut kerap menutupi kamera milik Ombudsman ketika melakukan dokumentasi terhadap kawasan.

Tim Ombudsman juga sempat bertanya kepada salah satu penghuni mengapa ia ada di kawasan tersebut. Namun, tim belum dapat menjelaskan secara lebih komprehensif.

“Nah, itu yang mereka enggak mau terus terang sama kita,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Lapas Cibinong belum memberikan respon mengenai fasilitas dan penggunaan rumah mewah ini, termasuk juga mengapa tim dihambat masuk saat sidak. Terlebih lagi, tim sudah menghubungi Kalapas Wisnu Hani namun belum ada jawaban.

Tim Ombudsman menekankan akan menyampaikan tindakan korektif kepada Menteri Imigrasi dan Masyarakat

“Kita akan sampaikan tindakan korektif kepada Pak Menteri, ditindaklanjuti rumah-rumah itu dan kembalikan warga binaan ke sel masing-masing,” kata Syafrida.

Tim meminta bangunan mewah ini dibongkar dan dievaluasi, meskipun belum ada tanggapan dari pihak lapas mengenai status rumah dan pengakuan warga yang membayar sewa rumah itu. (Web Warouw)

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles