Selasa, 14 April 2026

Ayo Guyub Kembali Dengan Tetangga

Ilustrasi guyub bertetangga (Ist)

Oleh: A.Khoerussalim Ikhs.

Kita hidup pasti dan haruslah akan selalu membutuhkan orang lain, khususnya tetangga. Bergelora.com memuat tulisan A.Khoerussalim Ikhs, Ketua Yayasan Bunga Melati Antara Jatimakmur dibawah ini (Redaksi)

Seorang pria bernama Felix Wiliam (41) membacok tetangganya, Deny Andhaka (36), hingga tewas hanya karena ditegur terkait suara bising sepeda motor. Peristiwa itu terjadi di Kompleks Kologad, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi pada Minggu (18/6/2017) sore kemarin. Kejadian tersebut berawal saat suara sepeda motor pelaku menimbulkan kebisingan. Pelaku meraung-meraungkan suara knalpot sepeda motornya. Korban pun menegurnya.

Hal yang sejenis juga pernah terjadi beberapa waktu silam di lingkungan RT kita. Yaitu ketika ada salah satu warga yang sering minum-minuman yang memabokkan. Kadang saat dia lagi mabok miras santika kita sebagai tetangganya dibuatnya waspada bahkan harus siaga satu. Sebab dia bisa ngamuk sewaktu-waktu dan siapapun yang lewat didepannya didamprat dan dimarahin. Tidak jarang terjadi percekcokan mulut dan saling ancam antar tetangga. Suasananya betul-betul horor jadinya bertetangga dengan cara begitu.

Pendek kata ketika ada salah satu tetangga yang over acting, saling marah-marah dan bahkan tak jarang tumbuh permusuhan, wah apa jadinya kita hidup bertetangga dalam suasana selalu dalam ancaman. Keamanan warga saling curiga dan saling tidak percaya. Kita sesama warga satu komplek saling merasa dalam ancaman bahaya yang setiap saat bisa meledak.

Inilah kehidupan yang tidak nyaman. Inilah horor dalam kehidupan kita jika ada dalam suasana bertetangga yang spt itu. Bertetangga kita saling curiga, saling tidak memahami satu dengan lainnya, saling cuek, dan saling tidak mau tahu urusan orang lain. Hidup jadi semaunya sendiri walau kita nyatanya bertetangga.

Bertetangga kita jadi tidak saling sapa, apalagi saling bantu. Bertetangga jadi kering seperti hidup dipadang sahara tandus. Jika sudah begitu maka kepedulian sesama sudah sirna. Mengikislah kebersamaan hidup bertetangga. Padahal kita hidup tidak mungkin tidak bertetangga. Kita hidup pasti dan haruslah akan selalu membutuhkan orang lain, khususnya tetangga.

Coba kalau di rumah Anda ada kompor mbleduk atau konsleting listrik dan rumah terbakar, apakah anda akan cari saudara anda yang sangat baik namun nun jauh di kampung atau entah dimana? Atau anda mau minta tolong teman kantor atau bos yg baik hati saat rumah anda dalam emergency seperti kebakaran, kemalingan, kerampokan, perkelahian, dan tindakan durjana lainnya? Kita pastilah butuh tetangga terdekat. Kita pasti butuh orang yg dekat secara fisik dengan kita. Dan…orang yang dekat dengan kita adalah tetangga kanan kiri tempat kita tinggal.

Maka itu berbaik hati dengan tetangga adalah suatu keharusan. Toleran dengan apa yang dilakukan tetangga adalah suatu keniscayaan yang mesti terjadi. Saling mengerti dan menghormati sesama tetangga adalah suatu yang mesti kita lalukan. Dengan begitu maka akan tumbuh saling   mengerti, saling memahami, dan saling menguatkan sebagai sesama warga yang akan selalu hidup bertetangga.

Intinya kita sangat butuh tetangga dan dengan bertetangga secara baik pastilah pada waktunya itu akan menjadi salah satu cara merekonstruksi warga untuk menjadi lebih baik. Hiduplah berdampingan secara harmonis dengan tetangga karena kita tidak mungkin tidak membutuhkan tetangga.

Related Articles

Stay Connected

22,949FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest Articles