Kamis, 22 Februari 2024

Balitbangkes Periksa TKI Diduga Ebola

JAKARTA- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan saat ini sedang memeriksa sampel pasien orang Indonesia yang dicurigai menderita virus Ebola. Pasien tersebut adalah seorang laki-laki berusia 29 Tahun adalah seorang tenaga kerja Indonesia  (TKI) yang yang baru pulang dari Afrika. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Balitbangkes, Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (1/11).

 

“Laboratorium ‎Balitbangkes juga sudah  siap menerima sample pasien Suspek Ebola yang sedang dirawat di  Madiun. Ia baru kembali dari negara terjangkit dengan keluhan demam. Begitu sample kami terima nanti maka paling lambat dalam 48 jam akan selesai hasil PCR (polymerase chain reaction) nya.‎ Ini akan jadi sample ke empat yang kami periksa, yang tiga sebelumnya semua negatif, bukan Ebola,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap pasien yang diduga menderita Corona Virus di ‎Sardjito, menunjukkan hasil negatif.

“hasil barusan dari Lab PCR Balitbangkes, kasus ini negatif MERS CoV,” tegasnya.

Dalam minggu ini menurut Tjandra Yoga, Laboratorium Balitbangkes menerima 33 sampel dugaan MERS CoV dari DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta namun semua hasilnya negatif.

TKI Liberia

Sebelumnya, seorang warga Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dicurigai (suspect) terjangkit virus ebola. Muk, 29 tahun, yang pernah menjadi tenaga kerja (TKI) di Liberia kini dirawat intensif di ruang isolasi WK B RSUD dr Soedono.

Pasien tersebut awalnya mengalami demam tinggi. Suhunya mencapai lebih dari 38 derajat Celsius. Setelah diperiksa di puskemas, dini hari kemarin Muk dirujuk ke RSUD dr Soedono, Madiun..

Namun pasien tersebut hanya mengalami demam tinggi, tidak mengalami sakit penyerta lazimnya penderita ebola seperti mual, muntah, pusing, diare, serta penurunan fungsi ginjal dan liver. Termasuk perdarahan organ dalam (internal bleeding).

Muk bekerja di Liberia, di hutan sebuah negara di pesisir barat Afrika, sejak delapan bulan lalu. Sebelum dipulangkan ke tanah air, pasien tersebut mengalami demam dan sempat dikarantina selama sepekan.

Sepulang ke Indonesia, lanjut dia, Muk juga sempat dikarantina di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, namun hanya sehari. Informasinya, pria itu pulang bersama 31 TKI lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Delapan di antaranya berasal dari Kecamatan Pilangkenceng, Mejayan, dan Saradan, Kabupaten Madiun. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru