JAKARTA – Perusahaan aluminium Rusia, Rusal ingin merekrut pekerja migran dari lulusan SMK Indonesia dalam program pengembangan keterampilan tinggi.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, inisiatif tersebut adalah selaras dengan visi pemerintah untuk memajukan PMI berkualitas tinggi.
“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” kata Mukhtarudin dikutip Antara, Rabu (28/1/2026).
“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” lanjut dia.
Mukhtarudin mengaku siap menyiapkan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan keterampilan dasar yang mumpuni untuk mengikuti masa pendidikan di Rusia serta menyelaraskan kurikulum vokasi, khususnya di sektor pengelasan agar sesuai dengan sistem yang berlaku di sana.
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Hal itu dilakukan untuk memastikan para PMI langsung terserap di proyek-proyek strategis nasional usai menyelesaikan pendidikan vokasi bersama Rusal.
Sementara itu, perwakilan Rusal Alexey Mirsky mengatakan, pihaknya memang akan mengundang 50 lulusan SMK terbaik Indonesia untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di fasilitasnya di Rusia.
Program tersebut, mencakup satu tahun pelatihan bahasa dan satu tahun pemantapan keahlian teknis pada lima bidang utama yakni konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan. Jika mereka berhasil mencapai ‘grade’ 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel (Rp43,8 juta),” ujar Mirsky.
Mirsky mengatakan, program tersebut rencananya dilakukan dengan skema knowledge sharing dengan 25 orang bekerja di Rusia dan 25 lainnya bekerja di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia seperti fasilitas pengilangan, setelah menyelesaikan masa pelatihan.
Adapun sebagai tindak lanjut, KP2MI dan Rusal, telah pihak sepakat segera menyusun nota kesepahaman dan proposal kerja sama teknis. Program tersebut diharapkan dimulai pada Mei 2026, yang dibuka dengan proses rekrutmen.
Sedangkan pemberangkatan ditargetkan pada September 2026. Kerja sama ini juga menjadi salah satu wujud program Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam mencetak SMK Go Global dengan target melatih dan menempatkan PMI terampil di pasar internasional secara masif dan terlindungi. (Enrico N. Abdielli)

