Rabu, 28 Februari 2024

BISA GAK…? Presiden Jokowi: Krisis Energi di Eropa dan China, Daerah di Indonesia Diuntungkan

JAKARTA Presiden Joko Widodo mengungkapkan saat ini banyak negara dalam kondisi keragu-raguan.

Itu terjadi karena kondisi dunia yang saat ini penuh dengan ketidakpastian dan kompleksitas permasalahan yang sebelumnya tidak prnah terjadi.

”Dunia global kini betul-betul penuh dengan keragu-raguan, penuh dengan ketidakpastian, penuh dengan kompleksitas masalah yang sebelumnya tidak pernah terjadi,” ungkap Jokowi saat membuka Apkasi Expo 2021 di Istana Bogor, Rabu (20/10/2021).

Salah satunya, sebut Jokowi ditandai dengan ketika sejumlah negara seperti Eropa, China dilanda krisis energi.

”yang semuanya nggak duga,” kata Jokowi.

”Tapi kita diuntungkan karena harga komoditas naik,” lanjut dia.

”Saya kira daerah yang memiliki kelapa sawit, yang memiliki batubara senang semuanya, atau yang memiliki nikel, atau yang memiliki tembaga, semuanya senang, karena ekonomi di daerah penghasil komoditas itu pasti akan merangkak naik, Insya Allah akan merangkak naik,” ungkap dia dengan nada optimis.

Karena itulah, ungkap Jokowi, dia sangat menyambut baik diselenggarakannya Otonomi Expo 2021 yang diselenggarakan Apkasi ini.

”Ini menjadi ajang untuk saling tahu, saling bekerja sama, memperkuat kerja sama perdagangan antar daerah, dan sekaligus juga memperkuat ekspor kita ke negara-negara lain, termasuk perluasan pasar-pasar ekspor baru,” ajak Jokowi.

”Dan sekali lagi kita harus mulai mengaktifkan ekonomi kita dan selalu siaga menghadapi semua hal yang tidak pasti,” imbau Jokowi.

Kepada Bergelora.com di Bogor dilaporkan, masih di kesempatan yang sama, Jokowi juga mengajak para pemerintah daerah untuk menggandeng para pelau usaha, untuk tidak melupakan besarnya potensi pasar dalam negeri.

”Dan jangan lupakan pasar dalam negeri yang sangat potensial yang sangat besar, karena jumlah penduduk kita 270 juta dan kelas menengahnya sangat bertumbuh pesat.

Ini yang menjadi peluang sangat besar bagi industri dalam negeri, jangan sampai pasar yang besar ini diambil oleh produk-produk negara lain,” imbau dia. (Adi Syarifuddin)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru