Kamis, 29 Januari 2026

Bom Kampung Melayu, Presiden Jokowi : Kejar Sampai Ke Akar-akarnya!

Teror Bom Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/5) (Ist)

JAKARTA- Pasca bom di terminal Kampung Melayu, Rabu (24/5), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran Kepolisian untuk mengejar pelaku teroris dan semua orang yang terlibat dengan terorisme.

“Jangan takut! Kita hadapi (terorisme-red)!. Saya perintahkan pada Polri untuk mengusut dan mengejar sampai ke akar-akarnya.

Presiden Jokowi terlihat marah besar dengan jatuhnya korban terorisme pada rakyat awan ditempat umum terminal Kampung Melayu.

“Ini sudah keterlaluan. Tukang ojek jadi korban.  Sopir jadi korban. Penjual lapak jadi korban. Polisi jadi korban,” tegas Presiden, Kamis (25/5).

Presiden menyampaikan rasa duka yang mendalam pada keluarga korban 2 bom Kampung Melayu yang meledak pukul 20.30, Rabu (24/5).

“Saya sampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban, terutama kepada aparat kepolisian yang telah gugur dalam tugas,” ujarnya.

Presiden menyerukan agar rakyat Indonesia tetap tenang dan menjaga persatuan dalam menghadapi terorisme.

“Saya menyerukan agar semua anak bangsa tetap tenang menjaga persatuan. Kita siapkan diri memasuki bulan suci ramadhan,” ujarnya.

Bom di terminal Kampung Melayu terjadi setelah rentetan teror ISIS di Manchester, Inggris, Senin (22/5) dan kemudian diikuti pengambil alihan kota Marawi, Mindanao, Filipina Selatan, Selasa (23/5). Serangan bom itu dilakukan bersamaan dengan diselenggarakannya pawai obor diberbagai jalan ibukota menyambut kedatangan bulan suci Ramadan.

Bom pertama meledak di dekat toilet halte Transjakarta Terminal Bus Kampung Melayu. Bom kedua meledak di tempat parkir motor yang berjarak 4 meter dari halte.

Bom pertama membuat tubuh pelaku bom bunuh diri tercerai-berai. Sedangkan bom kedua yang berselang lima menit membuat beberapa warga yang ada di tempat parkir roboh. Termasuk polisi anggota Unit 1 Peleton 4 Polda Metro Jaya yang baru saja melakukan pengamanan pawai obor.

Simon Natanael, 21, seorang saksi mata kepada media, menjelaskan bahwa suasana halte Transjakarta saat itu sedang ramai. Penumpang berdiri berdesak-desakan di depan pintu halte menunggu bus.

Ketika itu sesosok pria menggunakan jaket hitam berjalan menuju pintu halte. Ketika berada tepat di depan pintu, dia meledakkan bom yang ada dalam jaketnya. Blaaar….!

“Pas bom itu sudah diledakkan, ada seorang ibu yang terluka,” kata Simon. “Tubuh pelaku terpecah belah. Bagian kepala terpental ke dalam halte. Satu tangan dan tubuhnya terlempar ke jalan,” lanjutnya.

Melihat hal tersebut, petugas kepolisian di sana bergegas melakukan pertolongan. Namun, selang beberapa menit kemudian, ledakan bom kembali terjadi. Bom di tempat parkir sepeda motor itu berdaya ledak lebih besar daripada yang pertama. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru