Kamis, 29 Januari 2026

BURUAN NIH…! Dr. Rustam Pakaya Pertanyakan Kemana RS Lapangan Kemenkes:  Sudah162 Orang Meninggal, Jangan Lambat

JAKARTA- Sehari setelah gempa di Cianjur, Kementerian Kesehatan baru bergerak meluncur. Dalam keadaan seperti saat ini yang vital adalah kehadiran rumah sakit lapangan. Namun ternyata rumah-rumah sakit lapangan sudah tidak tersedia lagi. Hal ini disampaikan Dr Rustam S Pakaya, MPH, mantan pejabat Departemen Kesehatan kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (22/11).

“Kemana semua rumah sakit lapangan? Padahal RS lapangan itu satu unit bisa untuk 100 beds, Ada dua ruang operasi, generator sendiri dan lainnya,” jelas Rustam Pakaya.

Menurut mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis dan Bencana Depkes tahun 2006-2009 ini, saat dirinya memimpin pusat krisis Depkes, sudah disiapkan petugas-petugas kesehatan untuk menghadapi kejadian akibat bencana alam.

“RS Lapangan yang di Pusat Krisis sudah tidak perhatian, gak ada yang urus. Sayang banget SDM yang sudah dilatih tak dimanfaatkan saat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Pusat Krisis Depkes RI dulu mempunyai 9 Pusat Regional yang bisa sangat cepat dalam penanggulangan akibat bencana sehingga Departemen Kesehatan selalu terdepan dari informasi bencana dan penanggulangan kesehatannya. Tujuannya menyelamatkan nyawa manusia pada saat itu juga agar kematian tidak bertambah.

“Saat ini semua Pusat Krisis Regional sudah dimatikan, di Kemenkes sudah bukan prioritas. Sehingga masyarakat harus menyelamatkan diri masing masing,” ujarnya.

Ahli kesehatan yang lama bergelut dalam penanganan kesehatan bencana ini mengusulkan agar dibuka rumah sakit lapangan (RSL) guna membantu menangani korban gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Perlu dibuka RS Lapangan karena RSUD Cianjur melayani pasien hingga di halaman rumah sakit,” katanya saat dihubungi di Bogor, Senin (21/10) petang.

Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi korban bencana gempa, di mana fasilitas kesehatan (faskes) yang ada mengalami kendala, maka RS lapangan adalah keniscayaan.

“Dengan adanya rumah sakit lapangan, harapannya akan lebih banyak korban yang bisa ditangani secara medis dengan lebih segera,” kata Rustam S Pakaya.

Untuk itu ia menekankan agar Kementerian Kesehatan segera menghidupkan kembali Pusat Krisis di Kementerian Kesehatan dan 9 regional yang sudah pernah aktif di berbagai wilayah.

“SDM ada, pengalaman ada, peralatan ada. RS Lapangan segera harus disiapkan. Kemenkes harus kembali jadi garad terdepan mengatasi akibay bencana alam dan penyakit,” tegasnya.

Ia mengingatkan berbagai prediksi bencana yang sudah disampaikan berkali-kali oleh para ahli yang harus segera disiap antisipasi.

” Jangan sampai telat seperti saat ini. Cianjur itu masih dekat pusat kekuasaan, bagaimana penanganan bencana di daerah kalau yang dekat aja kelimpungan,” tegasnya.

162 Orang Meninggal

Kepada Bergelora.com dilaporkan sudah sebanyak 162 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan anak-anak.

Masih dari data yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, disebutkan pula ada 326 warga luka-luka dan 13.784 orang mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar 14 titik.

“Tercatat di call center BPBD ada 162 yang meninggal dunia. Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak, kita sangat prihatin,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Pendopo Bupati Cianjur, Senin malam pukul 21.30 WIB.

Emil menyebut, banyak korban anak karena saat kejadian banyak siswa sekolah yang sedang belajar di madrasah atau pesantren.

Emil belum mendapat data pasti berapa jumlah anak yang menjadi korban gempa bermagnitudo 5,6 itu.

“Nah, per malam ini kita masih mengklasifikasi persentasenya, tapi laporan di lapangan selalu menyebutkan secara kualitatif mayoritas anak-anak,” tuturnya.

Sementara rumah rusak dengan skala 60-100 persen berjumlah 2.345 unit.

Selain itu ada 2-3 lokasi jalan yang terisolasi. Sementara jalan nasional dilaporkan sudah kembali normal.

Namun, pihaknya belum mendapat laporan lebih lanjut terkait lima mobil yang terperangkap.

Dilaporkan juga dua gardu listrik padam dan hanya satu yang berfungsi. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru