JAKARTA- Langkah sejumlah pengurus Partai Demokrat yang melaporkan Budi Arie Setiadi (Ketua Umum Projo/Wamendes) ke Kepolisian RI karena postingan karikatur di sebuah platform media sosial adalah langkah yang mengada-ada, sumir, dan tidak perlu. Hal ini disampaikan, Hendrik D. Sirait
Ketua Umum Almisbat kepada pers di Jakarta, Rabu (4/8).
Menurutnya, selain motivasi politik, juga sangat jelas ada interpretasi berlebihan terhadap materi yang menjadi dasar laporan tersebut.
“Materi karikatur tersebut sama sekali tidak mengandung unsur yang dapat dikatakan asosiatif dengan lembaga atau institusi apapun, termasuk dengan Partai Demokrat,” katanya.
Jika, sebagaimana disebutkan bahwa alasan pelaporan tersebut karena ingin membangun iklim demokrasi yang sehat, maka menurut Hendrik, patut dipertanyakan apakah selama ini pimpinan Partai Demokrat telah melakukan hal itu?
“Justru langkah pelaporan pemidanaan terhadap Budi Arie Setiadi secara terang benderang dapat di baca publik sebagai bentuk anti kritik dan anti demokrasi Partai Demokratnya AHY,” tegasnya.
Selama ini katanya, publik mencatat sekian banyak pernyataan terbuka sejumlah pimpinan partai tersebut yang cenderung insinuatif dan ad hominem atau menyerang karakter seseorang secara negatif dan berlebihan.
“Terhadap Presiden Jokowi, salah seorang petinggi partai itu pernah menyebutnya sebagai ‘bebek lemah’. Yang lain menyebutnya ‘bapak babi panggang (bipang)’, serta mengaitkan kebijakannya dengan profesi Jokowi sebelumnya sebagai tukang mebel,” paparnya.
Publik juga menurutnya masih mengingat kicauan Benny K Harman yang menyebut Jokowi memelihara preman dalam sandiwara ‘pemukulan’ Ratna Sarumpaet saat Pilpres 2019 lalu.
“Dengan sekian catatan itu, kini partai itu lagi-lagi memainkan peran “playing victim” yang sangat dikuasai dan disukainya,” tegas Hendrik.
Ia memaparkan, demokrasi yang sehat hanya bisa dibangun bila ada oposisi yang kuat, serta cerdas. Bukan sekadar oposisi yang hanya gemar mengumbar dan memobilisasi emosi dengan pernyataan-pernyataan politik yang menghina akal sehat dan kecerdasan dasar publik.
“Jadi, bila tak ingin terpercik, janganlah suka menepuk air di dulang,” ujarnya.
Singkatnya, Almisbat menyarankan, daripada melakukan pelaporan polisi idealnya Demokrat AHY melakukan klarikasi langsung kepada Budi Arie Setiadi.
“Langkah klarifikasi melalui dialog adalah langkah yang jauh lebih beradab dan demokratis,” katanya. (Enrico N. Abdielli)

