JAKARTA – Kedatangan kelompok tempur kapal induk baru-baru ini ke Timur Tengah menambah jumlah kapal perang AS di kawasan itu menjadi 10. Armada tempur ini membuat Presiden AS Donald Trump memiliki daya tembak yang signifikan jika ia memutuskan untuk menyerang Iran.
Dikutip dari AFP, Rabu (28/1/2026), jumlah kapal di Timur Tengah sekarang hampir sama dengan jumlah kapal yang dikirim ke Karibia menjelang operasi mengejutkan AS untuk menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
Seorang pejabat AS menyebutkan, jumlah total kapal AS di Timur Tengah sebanyak 10 unit. Angka tersebut termasuk kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln, yang memiliki tiga kapal perusak dan pesawat tempur siluman F-35C. Terdapat juga enam kapal perang AS lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut, tiga kapal perusak, dan tiga kapal tempur pesisir.
“Seperti halnya dengan Venezuela, armada ini siap, bersedia, dan mampu untuk segera memenuhi misinya, dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu,” tulis Trump di platform Truth Social.
“Waktu hampir habis,” tambahnya, seraya mendesak Teheran untuk membuat kesepakatan.
Misi Teheran untuk PBB memberikan tanggapan balik, dengan mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa negara itu siap untuk berdialog. Namun, mereka akan membala diri dan memberi respons seperti belum pernah terjadi sebelumnya, jika diserang. Kapal induk dan kapal-kapal pengiringnya diperintahkan ke Timur Tengah ketika Iran menindak protes yang awalnya dipicu oleh keluhan ekonomi.
Kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (29/1) dilaporkan, protes itu berubah menjadi gerakan massa melawan republik Islam tersebut.
Pemerintah Iran menanggapi demonstrasi dengan kekerasan mematikan. Trump telah berulang kali memperingatkan Iran bahwa jika mereka membunuh para demonstran, AS akan campur tangan secara militer.
Ia juga mendorong warga Iran untuk mengambil alih lembaga-lembaga negara, dengan mengatakan bantuan sedang dalam perjalanan. Namun, Trump menarik kembali perintah serangan awal bulan ini, dengan mengatakan Teheran telah menghentikan lebih dari 800 eksekusi di bawah tekanan dari Washington, tetapi sejak itu memperbarui ancaman terhadap Iran. (Web Warouw)

