Jumat, 23 Februari 2024

Dies Irae, “Hari Kemarahan Indonesia”, 17 Tahun Kamisan IKOHI

Oleh: Victor Rembeth *

17 TAHUN selayaknya dirayakan dengan sukacita. Namun 17 tahun “Kamisan” jauh dari suasana hingar dan bingar keramaian pesta.

17 tahunmu hanya bisa dirasakan oleh mereka yang pernah merasakan yang sama. Perasaan kekasih tercinta yang tidak jelas dimana jazadnya dan bagaimana nasibnya.

17 tahun yang banjir air mata dan penuh ketidakpastian, dan hanya sedikit atau bahkan tidak ada yang berbagi empati

Orang hilang itu memiliki nama, memiliki jati diri dan memiliki kekasih.


Orang hilang bukan angka, apalagi sekedar jualan politikus busuk
Orang hilang adalah manusia yang menjadi korban keganasan manusia lain yang tak berhati nurani

Pada tahun ke 17 peringatan Kamisan ini, kembali keluarga dan kekasih dibuat semakin sesak maksimal, ketika patriot busuk meninggalkan perjuanganmu dan menganggap kekasih kalian hanyalah jualan politik.

Rekonsiliasi diturunkan maknanya menjadi persepakatan najis berbaikan untuk sebuah pertarungan kekuasaan.

Menghilangkan jazad kekasih dengan cara biadab adalah kejahatan kemanusiaan.

Namun menghilangkan memori akan pernah terjadinya kekejaman terencana penculikan orang hilang adalah sebuah genosida nurani yang menjadikan iblispun lebih tampak mulia daripada mereka yang mengaku manusia namun telah kehilangan, Aletheia.

Ya kebenaran sejati sirna dibabat dengan paripurna oleh jiwa yang sudah kesetanan mabuk kekuasaan.

Ijinkan saya berempati kepada saudara sebangsaku keluarga orang orang hilang kali ini lagi. Kalian layak mendapatkan perhatian bukan sebagai ritual 5 tahunan seperti yang kerap dituduhkan.

Terima kasih sudah berjuang selama 17 tahun ini, bukan dengan cara para begundal yang menghalalkan kekerasan, tetapi dengan santun dan bermartabat, kalaupun istana, pejabat dan semua menutup telinga mereka.

Teruslah berjuang, teruslah marah karena itulah yang bisa dilakukan walau tidak dengan membalas kejahatan dengan kejahatan.

Dies Irae, hari kemarahan yang santun adalah hak kalian untuk kekasih tercinta yang masih hilang sampai saat ini.

*Penulis Victor Rembeth
Rohaniwan/Aktifis Kemanusiaan

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru