Senin, 24 Juni 2024

GAK BISA BOHONG MEN..! Andi Arief: Ada Migrasi Besar-besaran Jokowers Ke Prabowo, Satu Putaran Nih!

JAKARTA- Dari berbagai survei yang dilakukan berbagai lembaga dipastikan ada migrasi besar-besaran para pendukung Jokowi (Jokower) menjadi pendukung Capres Prabowo Subiyanto. Ini memastikan Pilpres akan selesai satu putaran. Hal ini diungkapkan Andi Arief, Politisi Partai Demokrat kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (4/1).

“Survey Litbang Kompas itu intinya ada migrasi besar-besaran suara pendukung jokowi ke Prabowo,” tegasnya.

Andi Arief menyoroti endecided voters sebesar 28,7% yang diungkap oleh Litbang Kompas yang sampai hari ini menjadi polemik dikalangan politisi, tim sukses dan lembaga survey.

“Jadi endecided voters itu adalah gabungan antara yang bimbang mau pindah pilihan dan yang baru mau memilih,” jelasnya.

Andi Arief mengingatkan agar disiplin membedakan antara pandangan subjektif berbasiskan keinginan dan kenyataan objektif berbasiskan realitas politik yang bisa berbeda dengan keinginan subjektif.

“Saya membiasakan diri melihat sisi positif sebuah data. Biar kita gak salah mengambil pilihan atau tindakan politik,” tegasnya dalam akun X nya @ Andiarief_ yang dibagikan kepada Bergelora.com

Pilpres 2024 Satu Putaran

Ia memastikan Pilpres 2024 nanti akan berlangsung hanya satu putaran dengan kemenangan Prabowo-Gibran

“Politik gak bisa berbasis. tapi faktanya,” tegasnya sambil mengetwit hasil survey nasional 23-24 Desember 2023 oleh Lembaga Indikator.

Andi Arief menjelaskan kenapa harus satu putaran. Menurut sumulasi: 02 Vs 03 di survey itu 58 Vs 28 persen sisa undecided voters. 02 Vs 01 di survey itu 58 vs 27 persen sisa undecided voters.

“Jadi untuk apa putaran kedua? Simulasi itulah dasar argumen kuat berbasis data yang tersedia. (Jadi) bukan soal memaksakan. Itulah penjelasan per hari ini dari data yang ada,” twit Andi Arief.

Andi Arief mengingatkan bahwa kenyataan hari ini susah dipungkiri atau ditolak karena perkembangan politik memiliki dinamika objektif yang rasional.

“MDH (Materialisme Dialektika Historis) dalam demokrasi hari ini memang gitu. Gak bisa bohong. Faktor dominan yang menjadi lokomotif, gerbong mengikuti. Yang telat baca pasti ketinggalan kereta dalam perubahan politik,” ujarnya kepada Bergelora.com.

Survei Litbang Kompas

Sebelumnya, Hasil jajak pendapat Litbang Kompas pada 29 November-4 Desember 2023 menunjukkan bahwa ada 28,7 persen responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voters pada Pemilu Presiden 2024.

“Jumlah pemilih yang masih ragu-ragu menetapkan pilihannya kepada pasangan capres-cawapres, yang mencapai angka 28,7 persen, terbilang besar mengingat pemilu tinggal dua bulan lagi,” tulis peneliti Litbang Kompas Bambang Setiawan, Senin (11/12/2023).

Persentase ini tak berbeda jauh dari angka massa mengambang pada pilihan terhadap capres (tanpa pasangan) yang mencapai 24,9 persen.

Angka massa mengambang pada pilihan capres itu pun melonjak signifikan dari 15,4 persen pada Agustus 2023.

“Kalangan yang termasuk ke dalam kelompok undecidedvoters ini adalah mereka yang belum punya ikatan ideologis ataupun kedekatan emosional terhadap sosok atau pasangan tertentu belum tahu siapa yang akan dipilih dan masih sangat rentan berubah pilihan,” tulis Bambang.

Menurut survei, kebanyakan dari undecided voters adalah bekas pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019, sebagian lain adalah mereka yang tidak menggunakan haknya atau merahasiakan pilihannya pada pemilu lalu.

Kebanyakan mereka merupakan generasi tua dalam rentang usia 41-60 tahun yang sebagian besar masuk ke dalam generasi X.

“Pada rentang usia tersebut, jumlah mereka mencapai 44,3 persen, lebih tinggi dari persentase populasi kelompok ini yang sekitar 36 persen,” kata Bambang.

Survei menangkap bahwa mayoritas atau 54,2 persen kelompok undecided voters adalah kalangan perempuan.

Selain itu, terdeteksi pula bahwa kebanyakan pemilih ragu tinggal di perdesaan dan lebih banyak berpendidikan dasar.

Kalangan Islam, terutama warga Nahdlatul Ulama, juga menjadi kelompok masyarakat yang lebih bimbang dibandingkan dengan kelompok pemeluk agama lain.

Survei litbang Kompas. (Ist)

“Kelompok pemilih bimbang di atas dapat menjadi penentu, apakah pilpres akan berlangsung satu putaran atau dua putaran,” tulis Litbang Kompas.

Menurut survei ini, pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, memiliki elektabilitas tertinggi sebesar 39,3 persen.

Prabowo-Gibran unggul cukup jauh dibandingkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (16,7 persen) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (15,3 persen).

Adapun survei melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Metode tersebut tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Survei dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas. (Web Warouw)

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru