Senin, 2 Februari 2026

GASPOL JENDERAL..! Prabowo Tetapkan 18 Proyek Hilirisasi Prioritas Senilai Rp618 Triliun

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menetapkan 18 proyek hilirisasi sebagai prioritas nasional 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp618 triliun.

Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari kelapa sawit, nikel, bauksit, tembaga, hingga perikanan dan energi, dan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini.

Prabowo menegaskan hilirisasi menjadi fokus utama kebijakan industri nasional untuk memperkuat kemampuan ekonomi dalam negeri.

“Yang harus kita mulai dan pasangkan adalah hilirisasi. Hilirisasi tahun ini ada 18 proyek hilirisasi prioritas 2026,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Darah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).

Prabowo menyampaikan proyek-proyek tersebut mencakup antara lain industri smelter aluminium berbasis bauksit, stainless steel slab dari nikel, oleoresin, industri filet ikan tilapia, modul surya terintegrasi, serta gasifikasi batu bara untuk Dimethyl Ether (DME).

Selain itu, terdapat pengembangan industri copper rod, wire and tube, oleofood berbasis kelapa sawit, pengolahan rumput laut, hingga bioavtur dari minyak jelantah.

Di sektor mineral dan energi, pemerintah juga mendorong pembangunan industri aspal Buton, besi baja berbasis pasir besi, mangan sulfat, chemical grade alumina, serta chlor alkali plant. Prabowo menambahkan pemerintah juga akan membangun kilang minyak dan fasilitas oil storage tanks di dalam negeri.

“Kita akan bangun kilang minyak. Masa minyak kita kirim ke luar ke kilang minyak, habis itu kita impor lagi?” ujar Prabowo.

Selain sektor tambang dan energi, proyek hilirisasi juga menyasar industri berbasis sumber daya lokal lainnya, seperti nata de coco, medium chain triglycerides (MCT), dan tepung kelapa dari kelapa, industri fillet ikan, serta carrageenan dari rumput laut.

Sang Kepala Negara menilai diversifikasi sektor hilirisasi penting untuk memperluas basis industri nasional.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Prabowo menyebutkan keseluruhan proyek tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 276 ribu lapangan kerja berkualitas.

“18 proyek ini akan menciptakan 276 ribu lapangan kerja berkualitas dengan investasi Rp618 triliun. Tahun ini akan kita mulai,” ujarnya.

Ia menekankan penguatan hilirisasi dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan pembiayaan dan investasi dalam negeri, termasuk melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, tanpa bergantung pada upaya mencari investasi ke luar negeri.

“Sekarang kita tidak ke luar negeri minta-minta investasi. Kita mengajak dan kita punya kemampuan sekarang,” ujar Prabowo. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru