Senin, 24 Juni 2024

GINI BARU BENER..! Presiden Jokowi Putuskan Lanjut Bagi-Bagi Beras Gratis Sampai Juni 2024

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang bantuan sosial beras sebesar 10 kilogram hingga Juni 2024 mendatang. Ini adalah upaya untuk bisa menekan harga beras yang tengah tinggi.
Hal ini diputuskan usai rapat internal mengenai penyaluran bantuan pangan, di Istana Kepresidenan, Senin (6/11/2023).

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan sebelumnya penyaluran Bantuan Sosial beras sebesar 10 kilogram itu diperpanjang hingga bulan Februari 2024, tapi diputuskan untuk dilanjutkan hingga Juni 2024.

“Diperpanjang Desember, kemudian Januari, Februari (2024), lanjut sampai kuartal kedua 2024, Maret, April, Mei, Juni,” kata Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Jadi akan terus diperpanjang mengingat harga beras yang masih terus, memang tidak naik lagi, tapi belum turun, oleh karena itu bantuan dilanjutkan,” lanjutnya.

Zulhas mengatakan bantuan beras 10 kilogram ini akan diberikan kepada kurang lebih 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Terpisah, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Jokowi menyetujui memberikan bantuan pangan beras 10 kilogram sampai Juni 2024.

“Tadi dibahas bantuan pangan 2024 Pak presiden setuju, untuk 2024 akan diberikan dari Januari sampai Juni,” timpal Airlangga.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, ia mengungkapkan realisasi penyaluran bantuan di bulan September mencapai 94,95%, Oktober 94,89%, dan November 18,45%.

“Dan kita masih ada bulan Desember, bulan September tersalur 210 ribuan (ton) demikian pula bulan Oktober,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi stok Bulog per 2 November mencapai 1.442.945. Sehingga masih cukup untuk memberikan penyaluran bantuan beras. Selain itu, ia mengungkapkan saat ini ada kebutuhan tambahan anggaran untuk tahap untuk penyaluran bantuan beras.

“Dari Bulog ada kebutuhan tambahan anggaran yaitu tahap pertama butuh Rp 7,9 triliun, kemudian tahap kedua Rp 8,4 triliun dan ada tambahan terkait distribusi dan yang lain sebesar Rp 2,8 triliun jadi ada RP 19,1 triliun,” sebutnya.

Sehingga ia menjelaskan arahan Jokowi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk melunasi tagihan Bulog.

“Menkeu diminta segera melunasi tagihan Bulog yang terakumulasi Rp 16 triliun,” tutup Airlangga. (Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru