BALIKPAPAN- Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar menilai bahwa ada polarisasi dan fragmentasi yang menjurus pada gesekan sosial di masyarakat Indonesia pada saat ini. Untuk itu Partai Golkar meminta kader-kadernya tidak berdiam diri. Hal ini disebabkan ada dorongan sekelompok orang yang ingin menggantikan Pancasila dan NKRI dengan syari’ah dan sistim khilafah.
Oleh karena itu Partai Golkar secara tegas mendukung Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk membubarkan organisasi Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) yang bertentangan dengan Pancasila, UUD’45 dan NKRI. Ketua Umum partai Golkar, Setya Novanto kepada peserta Rapimnas menegaskan bahwa Indonesia dibangun diatas pondasi kemajemukan dan kebhinnekaan.
“Kalau mengingkari kemajemukan dan kebhinekaan Indonesia sama saja mengingkari matahari di siang hari,” serunya dalam sambutan pembukaan yang juga dihadiri Ketua Dewan Pembina, Abu Rizal Bakrie dan Ketua Dewan Kehormatan, Akbar Tandjung.
Ia mengingatkan bahwa Rapimnas, juga menjadi ajang memperkuat dukungan kepada pemerintah dalam menjaga dan mempertahankan ideologi negara.
“Kita tidak boleh menutup mata dengan adanya ajaran dan paham yang ingin mengganti Pancasila dengan Khilafah. Kita dukung pemerintah yang membubarkan HTI,” tegasnya.
“Negara berlandaskan Pancasila itu sudah ideal dan final. Karena itu, sekali lagi, Golkar mendukung penuh pembubaran HTI, namun harus sesuai hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Selain itu, Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada serentak pada 2018 mendatang turut masuk dalam agenda Rapimnas. Termasuk pencalonan Rita Widyasari sebagai Calon Gubernur Kaltim dari partai Golkar.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, pelaksanaan Pilkada yang akan datang sangat rentan provokasi bermuatan SARA dengan menggunakan media sosial untuk memecah belah.
“Kita melihat masyarakat sudah terpolarisasi dan terfragmentasi karena Pilkada. Golkar harus merangkunl semua kelompok untuk mengatasi kesenjangan,” tegasnya.
Selain itu, untuk perekonomian, Golkar juga mendorong pemerintah untuk menggerakan ekonomi berkeadilan.
“Pemberdayaan UMKM dan pengentasan kemiskinan harus digerakan. Saya juga menyerukan kader Golkar yang berada di eksekutif dan legislatif harus tampil mengentaskan kemiskinan dan pengangguran serta menjauhkan diri dari praktik korupsi,” seru Setya Novanto.
Rapimnas yang diikuti 668 peserta kader Golkar ini juga memantapkan dukungan untuk memenangkan Joko Widodo sebagai Presiden RI dua periode. Peserta Rapimnas sendiri berjumlah 668 utusan yang merupakan pengurus DPP, DPD tingkat provinsi, hingga utusan ormas seperti Kosgoro dan AMPG. (Andreas Lawing)

