Minggu, 1 Februari 2026

HAMAS TOLAK BEBASKAN SANDERA..? Israel Gempur Jalur Gaza, 121 Tewas dan Lukai 150 Orang Lainnya

JAKARTA – Israel melancarkan serangan udara terbesar sejak gencatan senjata Gaza dimulai pada 19 Januari 2025. Kali ini, 121 orang tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza tersebut. Bahkan anak-anak juga termasuk dalam korban tewas, dikutip dari AFP pada Selasa (18/3/2025).

Kelompok Hamas menuduh pemerintah PM Israel Benjamin Netanyahu menggagalkan gencatan senjata Gaza.

Seorang korban tewas akibat serangan tentara Israel dibawa ke rumah sakit di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Selasa 18 Maret 2025. (Ist)

Serangan itu diperintahkan setelah Hamas berulang kali menolak untuk membebaskan sandera Israel, serta penolakannya terhadap semua usulan yang telah diterimanya dari Utusan Presiden AS Steve Witkoff dan dari para mediator, kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada AFP, operasi itu akan terus berlanjut selama diperlukan, dan akan diperluas melampaui serangan udara.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan Netanyahu dan pemerintah ekstremisnya telah memutuskan untuk membatalkan perjanjian gencatan senjata, yang akan membuat para tahanan di Gaza menghadapi nasib yang tidak diketahui.

Dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, fase awal gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari 2025. Dari gencatan senjata itu sebagian besar menghentikan pertempuran selama lebih dari 15 bulan di Gaza yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

Fase pertama itu berakhir pada awal Maret, dan meskipun kedua belah pihak sejak itu menahan diri dari perang habis-habisan, mereka belum dapat menyetujui langkah selanjutnya untuk perundingan gencatan senjata. Dalam sebuah posting di Telegram pada dini hari Selasa, tentara Israel mengatakan saat ini melakukan serangan besar-besaran terhadap target teror milik organisasi Hamas di Jalur Gaza.

Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan lebih dari 121 orang telah tewas sebagian besar dari mereka adalah anak-anak, wanita, dan orang tua. Setidaknya 150 orang juga terluka oleh agresi, pemboman udara, dan penembakan artileri dari militer Israel.

Selain itu, Israel memerintahkan semua sekolah yang dekat dengan wilayah tetangga Gaza ditutup. Sebab, pemerintah dalam sebuah pernyataan mengatakan sekarang akan bertindak dengan kekuatan militernya terhadap Hamas.

Witkoff mengatakan pada Minggu, ia telah menawarkan “proposal jembatan” yang akan membebaskan lima sandera yang masih hidup, termasuk Edan Alexander, warga negara Israel-Amerika, sebagai imbalan atas pembebasan sejumlah besar tahanan Palestina dari penjara Israel.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Hamas pada Jumat mengatakan siap membebaskan Alexander dan empat orang lainnya, yang oleh seorang pejabat gerakan tersebut digambarkan sebagai warga negara Israel-Amerika. Witkoff mengatakan Hamas telah memberikan tanggapan yang tidak dapat diterima terhadap proposal tersebut. (Web Warouw)

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru