Kamis, 29 Februari 2024

HATI-HATI MEEEN…! PNF Temukan Vius Covid-19 Ditemukan Dalam Sperma, Prof Nidom: Mungkin Lewat Darah

JAKARTA- Sebuah penelitian yang dilakukan di Surabaya Jawa Timur, mengungkap temuan SARS-CoV-2 dalam sperma para penyintas Covid-19 di Indonesia. Kelompok Riset dari Profesor Nidom Foundation (PNF) bekerja sama dengan Program Studi Spesialis Andrologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo telah mempublikasikan hasil penelitian mereka itu dalam jurnal internasional medRxiv, 11 Oktober 2021.

“Belum tahu…ini riset berlanjut..bgm mekanisme virus Covid smp di Sperma…saat ada di sperma, apakah bisa masuk ke tubuh wanita saat ada kegiatan sexual…spt HIV..dsb..belum tahu…,” demikian Prof Chaerul Nidom dari lewat chat Whatsapp Surabaya, Kamis (4/11) malam menjelaskan saat ditanyakan Bergelora.com apakah akan mengganggu kehamilan dan janin.

Ia menegaskan bahwa testing dan tracing masih penting saat ini untuk kepentingan penelitian lanjut terhadap perkembangan Covid-19.

“Jd testing & tracing tetap penting, jangan hanya sekedar formalitas utk syarat pepergian….harus betul2 berbasis kesehatan..,” jelasnya.

Namun ia mengerti keberatan masyarakat atas testing dan tracing yang berbiaya mahal.

“Kl memang masy merasa berat thd pembiayaan..ya testing & tracing adalah ttg jawab pemerintah…,” tegasnya.

Nidom juga belum bisa memberikan jawaban dari mana virus Covid-19 bisa sampai ke sperma pria.

“Belum bisa memberi jawaban pasti…tp bisa saja krn virus ini sifatnya viremia (ada di dlm darah), mk bisa mengalir ke seluruh organ tubuh…Oleh krn itu, virus ini lbh bermasalah kpd org2 yg komorbit..
Krn aliran darah, bisa masuk ke testis (tempat pembentukan sperma kmd masuk dlm sperma)…,” jelasnya.

Sbtlnya yg mengkhawatirkan jika alat reproduksi wanita memiliki receptor vitus C-19, shg virus yg terdpt dlm sperma bisa menular via hubungan sexual…Ini yg harus dimonitor….,” katanya.

Seorang peneliti dari PNF, Khaliim Jati Kusala, menjelaskan kalau tim melakukan pelacakan di antara 34 relawan penyintas Covid-19 selama periode November 2020-Maret 2021. Para relawan pria dipilih berusia lebih dari 20 tahun–tertua 50 tahun– dengan usia rata-rata 37,7 tahun.

“Saat penelitian dilakukan semuanya telah pulih dari Covid-19 dan semua relawan adalah orang yang tinggal di Indonesia,” ujar Khaliim dalam video yang diunggah di akun YouTube Prof. Nidom Foundation Channel, pada Kamis, 4 November 2021. Tempo diizinkan untuk mengutip isi video tersebut.

Pelacakan dilakukan terhadap relawan dengan beberapa kategori, yakni tanpa gejala 14 orang (41,18 persen); sindrom mirip flu (demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan) 10 orang (29,41 persen); anosmia ringan 8 orang (23,53 persen); sesak napas sedang 3 orang (8,82 persen); dan pneumonia pada rontgen dada 3 orang (8,82 persen); serta masing-masing satu orang (2,94 persen) untuk hypogeusia, insomnia dan orchitis

Peneliti lainnya dari PNF, Astria Novitasari Nidom, menjelaskan rangkaian kegiatan penelitian terdiri dari preparasi sperma, swab nasofaring, dan pembacaan pada mesin PCR. Pada tahap interpretasi hasil, Astria menjelaskan, disimpulkan relawan yang dijumpai memiliki Covid-19 dalam spermanya sebanyak 2,94 persen.

Seluruhnya, kata Astria, “ditemukan pada pria yang tanpa gejala.” Sedangkan yang dipastikan tidak memiliki virus corona penyebab Covid-19 di dalamnya sebesar 79,41 persen. Sisanya, sebanyak 17,64 persen, inkonklusif atau belum bisa disimpulkan.

Menurut Astria, angka yang inkonklusif itu cukup tinggi dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Dugaannya adalah faktor teknis. Bisa juga karena varian virus Covid-19 berbeda dengan virus saat dilakukan swab. Semua yang inkonklusif itu disebutnya terjadi pada pria yang saat terinfeksi mempunyai gejala ringan seperti anosmia dan hypoqusia.

“Virus masuk ke dalam sel tubuh sangat bergantung dari aktivitas ACE2 receptor. Selanjutnya virus masuk ke sistem reproduksi pria dan akhirnya Covid-19 bisa ditemukan pada spermatozoa,” kata Astria menerangkan.

Ditambahkannya, hasil pelacakan ini masih merupakan penelitian pendahuluan dan diperlukan riset lanjutan guna menjawab, misalnya, mekanisme penularan virus dan apakah Covid-19 bisa menular melalui transeksual seperti HIV dan lainnya.

Namun, meskipun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, dia mengingatkan bahwa yang terpenting untuk melakukan pencegahan Covid-19 adalah protokol kesehatan yang ketat, yakni melakukan 5M—memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Dan juga pemeriksaan kemungkinan keberadaan virus di dalam tubuh melalui nasofaring dan sperma juga perlu dipertimbangkan,” tutur dia.

Sebagai catatan, penelitian serupa juga telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open terbit pada 7 Mei 2020 yang melibatkan 38 pria di Shangqiu, Cina. Mereka yang dipilih adalah yang positif Covid-19 dan mengalami gejala sakit atau telah sembuh darinya.

Mereka diminta menyediakan sampel sperma lalu diperiksa oleh dokter apakah ditemukan virus corona tersebut. Hasilnya, tim menemukan virus itu dalam sampel milik enam orang atau 16 persen dari pasien yang diperiksa. Dari enam pasien itu, empat di antaranya masih sakit dan dua baru saja dinyatakan sembuh Covid-19. (Web Warouw)

 

 

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru