JAKARTA- Pernyataan emosional dan kasar dari Calon Presiden Prabowo Subianto dalam kampanye di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Minggu (7/4) tentang ibu pertiwi diperkosa mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak. Mayjen (Purn) Saurip Kadi, mantan Asisten Teritorial KASAD TNI menegaskan bahwa Justru Presiden Joko Widodo yang menyelamatkan ibu pertiwi sebagai korban pemerkosaan ramai-ramai.
“Gak terbalik tuh Prabowo Subianto. Bukankah pak Jokowi Justru yang menyelamatkan Ibu Pertiwi yang dulu koma tergeletak ditengah jalan akibat diperkosa ramai-ramai oleh penguasa melalui praktek KKN dan Pelanggaran Berat HAM dimasa lalu. Lah, Pak Jokowi yang melarikannya ke Rumah Sakit, koq sekarang malah dituduh sebagai Pemerkosa. Itu jelas tuduhan Error In Persona,” tegasnya kepada Bergelora.com di Jakarta dari Kawasan Situ Panjalin Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (9/4) saat menghadiri upacara adat.
Saurip Kadi menjelaskan bahwa Jokowi tidak hanya menyelamatkan ibu pertiwi, tapi juga melakukan detoksifikasi (pembersihan dari racun dan penyakit-red) semua penyakit menular bawaan sang pemerkosa.
“Penyakit itu berupa borok bernanah seperti mega korupsi dan sejumlah mafia tambang dan migas dan banyak lagi praktek perampokan uang rakyat semuanya bermunculan saat ini. Pelan tapi pasti satu persatu kemudian berhasil di terapi sampai sembuh kembali. Dan kita semua tahu, bahwa kini Ibu Pertiwi beranjak pulih kembali,” ujarnya.
Ketika didesak apa makna terdalam dari pernyataan Prabowo tersebut, Saurip yang teman seangkatan Prabowo di AKABRI menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Prabowo benar adanya.
“Ini pertanda baik. Karena sekarang Prabowo Subianto sudah tahu dan juga sadar bahwa Ibu Pertiwi dalam keadaan sakit keras akibat diperkosa oleh Penguasa. Sayang sekali Prabowo selama berpuluh tahun tidak paham bahwa yang dilakukan rezim terdahulu terhadap negeri ini termasuk sejumlah pelanggaran HAM adalah perbuatan pemerkosaan terhadap Ibu Pertiwi yang dia sebutkan,” katanya.
Extrimnya menurut Saurip Kadi, pernyataan Prabowo merupakan pengakuan dosa, dan itu modal utama bagi seorang pemimpin. Ia bersyukur mata hati Prabowo kini tidak lagi buta.
“Hanya sayangnya, koq menuduh Jokowi yang tidak pernah terlibat dalam kejahatan masa lalu berbagai rezim sebelumnya,” katanya.
Lebih lanjut Saurip menjelaskan bagaimana Presiden Jokowi melakukan detoksifikasi (pembersihan dari racun penyakit-red) semua penyakit yang selama ini diderita negeri ini, seperti mafia migas, impor bahan pangan dan juga mega korupsi lainnya.
“Termasuk di dalamnya pelanggaran HAM Berat yang semuanya terjadi dimasa lalu yaitu sejak Orde Baru Soeharto dan juga pemerintahan berikutnya,– sama sekali bukan di era pemerintahan Jokowi,” tegasnya.
Menurutnya, kompleksitas persoalan yang dihadapi saat ini dan karena begitu kuatnya kendala dalam reformasi bangsa ini dikuasai oleh nilai-nilai bawaan sisa-sisa Orde Baru yang masih terus berlanjut. Ini menyebabkan turbulensi elit terus berkepanjangan.
“Banyaknya kelompok bermasalah yang ketakutan terhadap kerja pemerintahan Jokowi, membuat proses terapi bagi ibu pertiwi korban Pemerkosaan dimasa lalu menjadi mustahil bisa diselesaikan dalam satu periode,” ujarnya.
Kini,– menurut Saurip Kadi,– dalam Pemilu sisa-sisa Orde Baru sudah bertekad berperang sehingga menghalalkan segara cara tak peduli dengan dengan fitnah, pemutar balikkan fakta apalagi kalau sekedar ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax.
“Semua upaya yang dilakukannya untuk mengalahkan Jokowi telah menimbulkan kerusakan sosial tak terkecuali dalam hal kebhinekaan kita,” ujarnya.
Saurip menjelaskan, apalagi dalam prakteknya, Prabowo yang mengaku ksatria dan patriot,– ternyata tidak melarang para pendukungnya menggunakan isu Khilafah oleh kelompok Islam Radikal dalam kampanyenya.
“Bahkan Prabowo malah menikmati kampanye khilafah oleh kelompok-kelompok Islam radikal tersebut,” katanya. (Web Warouw)

