Sabtu, 25 Mei 2024

Intan Meninggal, Jokowi Minta Pelaku Bom Samarinda Dihukum Seberat-beratnya

JAKARTA- Terkait dengan aksi peledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada Polri dan juga aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas bagi siapapun pelakunya, apakah ini pelaku tunggal atau ada aktror di belakangnya.

“Kami mendapatkan kabar bahwa hari ini ada yang meninggal dunia, Intan Marbun yang baru berusia 3 tahun, dan anak ini tentunya sama sekali tidak tahu kenapa harus menanggung akibat itu. Padahal anak ini sedang bermain-main di depan gereja,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan, di ruang kerjanya lantai II Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Senin (14/11) siang.

Mengutip Presiden Jokowi, Seskab menegaskan,  bagi siapapun pelakunya, baik itu tunggal atau kelompok harus diambil langkah tegas dengan harus dihukum seberat-beratnya. “Langkah tegas dengan harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Diakui Seskab, bahwa terduga pelaku yang berhasil ditangkap adalah pelaku yang sudah ditahan dan sudah tersangkut pada bom Puspitek, Serpong. Tentunya, bagi pelaku yang seperti ini, lanjut Seskab, hukumannya juga harus semakin berat karena kalau tidak dia akan mengulangi lagi, mengulangi lagi, mengulangi lagi dan merasa tidak pernah bersalah,.

“Kenyataannya dia masih melakukan dan untuk itu harus ada langkah tegas terhadap yang bersangkutan. Kalau dilihat memang pola, cara, dan secara terbuka, apalagi ini dalam waktu yang orang bisa melihat dia secara terang benderang. Ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan melakukan dengan penuh kesadaran,” kata Pramono.

Deradikalisasi

Kepada Bergelora.com dilaporkan Seskab Pramono Anung mengemukakan, ada dua tahapan yang harus dilakukan, yaitu proses deradikalisasi tetap harus dilakukan. Bahwa program ini tidak seratus persen berhasil, Seskab mengakui,  kenyataannya yang terjadi di Samarinda kemarin.

 “Nah sekali lagi, yang pertama program deradikalisasi tetap harus dilakukan dan ini merupakan pekerjaan bagi BNPT. Tetapi yang kedua, penegakkan hukum juga sangat penting,” tutur Pramono.

Saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan adanya jaringan dari pelaku aksi teror bom itu, Seskab mengemukakan, kalau dilihat pelakunya, ini orang lama. “Pelakunya orang lama. Jaringan pasti tidak jaringan tunggal. Jaringannya pasti jaringan lama. Dan kalau melihat begitu demonstratifnya melakukan pada siang hari tanpa perlindungan apa-apa, kemudian dengan gampang ditangkap masyarakat, ini menunjukan bahwa memang dia menyiapkan diri untuk menjadi martir,” papar Pramono.

Terkait para korban dari aksi terorisme di Samarinda itu, Seskab menjamin bahwa pemerintah pasti akan memberikan perhatian pada para korban. 

Pemda Berkordinasi

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar pemerintah daerah di Kalimantan Timur segera berkordinasi dengan kepolisian, TNI, BIN dan para tokoh terkait situasi pascaledakan bom di depan Gereja Oikumene Samarinda.

Dia mengatakan, pihaknya telah mengirim tim Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengecek kondisi di sana. Menurut dia, hal terpenting yang harus dilakukan adalah melakukan deteksi dini.

“Saya baru di sms, namun infonya belum detail, saya mau kesana buka MTQ pekan depan. Kami sudah tugaskan Kebangpol ke sana,” kata Tjahjo, di sela-sela Munas Alim Ulama dan Rapimnas I PPP di Asrama Haji, Minggu (13/11).

Dia menambahkan, semua pihak tentu mengutuk keras prilaku orang yang melakukan aksi ledakan tersebut. Sebab, ini adalah negara hukum. Jadi ada aturannya dan cara sampaikan aspirasi juga harus sesuai ketentuan, bukan dengan teror kepada masyarakat.

“Apapun namanya sampai bom meledak, ini namanya bagian dari teror,” ujar dia. Tjahjo yakin dalam waktu dekat BIN pasti segera melakukan penelahaan terhadap aksi ini.

Dengan begitu, siapa pelakunya di balik teror bom ini tentu segera terungkap. Makanya ia imbau agar semua pihak dapat bersatu untuk menyikapi masalah ini.

“Negara tidak boleh kalah dengan segala bentuk teroris. Info kepolisian peledak bom adalah mantan narapidana teroris. Saya yakin kepolisian akan cepat mengungkap latar belakang pengeboman tersebut didukung BIN,” tutup Mendagri. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru