Sabtu, 24 Februari 2024

JANGAN KENDOR…! Lawan dan Usir TMS Kembali Bergema, Tim ESDM Disambut Demo Rakyat Sangihe

TAHUNA- Kedatangan tim dari Kementerian ESDM mendapat sambutan demonstrasi warga Sangihe yang menolak Pulau Sangihe dijadikan lokasi tambang mas. Teriakan lawan, tolak dan usir PT. TMS yang melakukan penambangan kembali bergema.

Aksi spontan dilaksanakan masyarakat Bowone dan sekitarnya,  Kamis (2/12/2021), setelah mendapat informasi bahwa pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021 akan datang satu tim terdiri dari enam orang dari Kementerian ESDM akan datang ke Sangihe.

Tim ini terdiri dari tenaga ahli geologi dan pertambangan yang terdiri dari, Imam Bustan Pramudya (dari Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral); Ni’am Mustofa Thohari (Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral); Arif Zardi Dahlius (Komite Bersama KCMI); STJ Budhi Santoso (Ikatan Ahli Geologi Indonesia- MGEI); Andi Erwin Syarief (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia); dan Kamsul Hidayat ( Ikatan Ahli Geologi Indonesia- MGEI)

Berdasarkan informasi yang diterima, mereka diutus untuk menyelidiki fakta-fakta lapangan terkait penambangan yang dilakukan oleh PT TMS, serta penolakan oleh masyarakat.

Warga yang menolak sudah bergerak ke Bandar Udara Naha pada pukul 05.00 Wita. Warga merupakan perwakilan masyarakat kampung Bowone, Binebas, Salurang dan Bentung.

Kemudian, masyarakat peserta aksi berkumpul di Pertigaan jalan menuju Bandara di kampung Naha Kecamatan Tabukan Utara sekitar pukul 07.00 Wita.

08.15 Wita, Pesawat Wings Air dari Manado yang membawa tim Kementerian ESDM tiba di Bandara Naha pada pukul 08.15 Wita yang disambut aksi warga dengan membentangkan spanduk di tiga titik, yakni di simpang tiga jalan bandara Naha, simpang tiga Kalurae dan Simpang tiga desa Raku Kecamatan Tabukan Utara.

Informasi yang diperoleh, ada empat buah spanduk dibentangkan bertuliskan, “Usir PT. TMS dari Sangihe”; “Ini Pulau Kami, akan kami jaga dengan cara apa pun dan sampai kapan pun”; “Ini tanah kami, ini ruang hidup kami, TMS angkat kaki dari Bowone”; “Perusahaan apa pun yang mau merusak dan merebut ruang hidup kami, akan kami lawan!”

Ketika mobil yang membawa tim ESDM keluar dari bandara disambut dengan teriakan oleh para peserta aksi, TMS, Lawan! TMS, Tolak! TMS, Usir.Warga membentangkan spanduk menyambut kedatangan tim dari Kementerian ESDM. (foto: ist)

Selain itu, peserta aksi bergerak menuju kota Tahuna dan membentangkan spanduk di sejumlah titik yakni di depan kantor cabang Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara, di Pelabuhan Tua tahuna, di depan Hotel Nasional tempat menginap anggota tim ESDM, di Simpang tiga kantor Bupati Sangihe, dan terakhir di depan rumah jabatan Bupati Kepulauan Sangihe.

Di setiap titik itu, para peserta hanya berdiri sambil membentangkan spanduk dan tidak melakukan orasi apapun. Aksi berakhir tepat pukul 12.00 wita. Peserta yang terdiri dari 35 orang petani dan nelayan desa Bowone, Salurang, Bentung dan Binebas itu pun kembali ke tempat masing-masing dengan tertib.

Kepada Bergelora.com di Tahuna dilaporkan, menurut Koordinator Aksi Jan Takasihaeng, aksi ini adalah respon terhadap langkah yang diambil oleh Kementerian ESDM yang tetap bersikukuh untuk membuka peluang selebar-lebarnya bagi PT. TMS untuk beroperasi di pulau Sangihe sekalipun melanggar UU 1 tahun 2014 tentang Pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dia mengatakan, aksi ini sekaligus pesan kepada Kementerian ESDM dan juga pihak PT. TMS bahwa masyarakat akan terus melakukan perlawanan hingga ruang hidupnya terbebas dari ancaman eksploitasi, dan PT. TMS angkat kaki dari pulau Sangihe. (EL)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru