Sabtu, 15 Juni 2024

JANGAN LAMBAT..! PLN Ungkap Pentingnya Energi Nuklir di Indonesia

JAKARTA – PT PLN (Persero) membuka peluang potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air. Bahkan, perseroan optimistis selepas 2034 ada ruang untuk PLTN bisa beroperasi di Indonesia.

Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero) Suroso Isnandar mengatakan, PLN membuka ruang baru untuk pembangunan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam sistem ketenagalistrikan nasional, salah satunya yakni PLTN.

“Dari simulasi kebutuhan energi ke depan, ada ruang setelah 2034 untuk nuklir energi, masih simulasi dan akan menuju ke sana, ini kebijakan pemerintah dan kita akan menuju ke sana,” kata Suroso dalam acara Green Economic Forum 2024 CNBC Indonesia di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Suroso membeberkan, rencana pembangunan PLTN di Tanah Air kemungkinan akan tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2024-2033. Namun yang pasti proses penyusun RUPTL yang baru ini masih terus berlangsung.

“Tergantung 24,3 GW berdasarkan kebijakan pemerintah akan tercermin dalam RUPTL 2024-20233, akan jadi batu loncatan,” tambahnya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan dalam beberapa kali Rapat Kerja bersama Kementerian ESDM, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut pembangunan PLTN di Indonesia kemungkinan akan dimulai sekitar tahun 2035-2040.

Guna memastikan hal tersebut, maka pihaknya menggelar rapat bersama PT PLN (Persero) untuk membahas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Rabu (15/10/2023).

“Ini besok saya akan membahas itu dengan PLN untuk RUPTL revisi 2024-2034 untuk RUPTL tahun 2021-2030 kan memang belum ada kira kira instruksinya tahun 2035-an ya, jadi secara umum kalau di komisi kita terus membahas masalah ini,” katanya. (Enrico N. Abdielli)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru