Sabtu, 25 Mei 2024

JANGAN MAU JADI KORBAN..! Penipuan Deepfake Kuras Duit Rp 392 M, Kominfo Kasih Peringatan

JAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) ditujukan untuk membantu kehidupan manusia. Namun, ada risiko negatif yang mengikutinya.
Misalnya saja melalui deepfake atau konten visual hasil modifikasi yang bisa diciptakan dengan cepat dan realistis oleh AI.

Di Hong Kong, deepfake berhasil mengelabui seorang pekerja hingga tertipu US$ 25 juta atau sekitar Rp 392 miliar. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mengingatkan pentingnya literasi informasi, baik audio maupun video, agar terhindar dari tipuan berbasis AI.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan deepfake menciptakan keresahan baru.

“Deepfake sangat luas, dari segi keamanan individu bisa di-blackmail dan kejahatan-kejahatan lainnya. Keamanan di bisnis, deepfake bisa menjadi tool untuk phishing dengan mengimitasi karyawan maupun jajaran eksekutif untuk menipu karyawan lain,” kata Semmy di acara ‘Peluncuran Whitepaper VIDA Deepfake Shield’ dikutip Minggu (28/4/2024).

Semmy mengatakan belum ada masyarakat di Indonesia yang melaporkan kerugian material gara-gara deepfake. Namun, ia mengatakan hal ini sudah terjadi di Hong Kong. Kerugian yang sudah dijelaskan sebelumnya berpotensi menyerang individu maupun bisnis.

Lebih lanjut, Semmy mengatakan kunci utama untuk terhindar dari penipuan deepfake adalah kesadaran dalam mencerna audio dan video. Jangan gampang percaya dengan konten yang ada di internet.

“Intonasi harus kita pahami, kalau tidak kita mudah tertipu. Dari video, kita bisa pelajari dulu, jangan-jangan badannya juga jadi berubah,” kata Semmy.

Selain itu, Semmy mengatakan perlu ada praktik yang mumpuni untuk menjaga keamanan siber. Ia mengimbau pelaku industri untuk memperbarui keamanan digital, serta memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.

Menipu Konsumen dan Mengancam Bisnis

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Deepfake, kini semakin mudah dibuat dan semakin sulit dikenali. Dampak yang ditimbulkan oleh penipuan deepfake pun, tidak main-main. Dampak serius ini muncul tidak hanya dari segi jumlah deepfake-nya, tapi juga jumlah kerugian.

Dilansir dari IT-Online, survei dari AltIndex.com menyebutkan bahwa sepertiga bisnis telah terkena dampak penipuan buatan AI. Perusahaan-perusahaan itu mengakui AI memberikan keuntungan bagi para penipu, membantu mereka berevolusi dari penjahat dunia maya menjadi penyerang betulan yang canggih.

Baru-baru ini, PT Indonesia Digital Identity (VIDA) juga membeberkan survei mereka mengenai dampak teknologi deepfake terhadap keamanan bisnis di Indonesia. Tren ancaman deepfake setiap tahunnya juga mengalami peningkatan yang serius. Menurut Niki, selama 2017 hingga 2019 korban penipuan akibat kejahatan dunia maya ini meningkat hampir 900 persen.

“Untuk kerugian global sebanyak US$ 250 juta hingga 2020 lalu,” ucap Founder and CEO Group Vida, Niki Luhur.

Group Vida menilai bahwa kejahatan dunia maya serupa deepfake sangat berbahaya dan harus diantisipasi. Deepfake yang diproduksi menggunakan AI mampu, kata Niki, menciptakan video dan audio palsu yang tampak realistis. Survei yang dilakukannya mencatat bahwa kasus penipuan akibat fenomena ini sudah merugikan banyak pihak dan perusahaan.

“Terutama di luar negeri. Sangat banyak kejahatan yang ditimbulkan akibat deepfake ini. Kasus terbaru dirasakan oleh perusahaan di Hong Kong, sekitar Rp 401 miliar asetnya hilang akibat deepfake,” ujar Niki.

Dari sisi konsumen, deepfake berpotensi merugikan masyarakat. Di Korea Selatan, seorang wanita bernama Jeong Ji-sun ditipu oleh seseorang yang mengaku sebagai miliarder Elon Musk dan kehilangan lebih dari US$ 50.000 atau setara Rp 811 juta. Menurut NDTV, dia yakin berinteraksi dengan sosok Elon Musk di Instagram. Namun kenyataannya, itu hanyalah video aplikasi deepfake yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Deepfake perlu diwaspadai agar tidak turut menjadi korban. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru