Minggu, 25 Februari 2024

Kepada Dandim, Dr Ning Tegaskan Dirinya Bukan PKI

JAKARTA- Maraknya issue pergerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia akhir – akhir ini, memang cukup meresahkan. Kendati di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sendiri, paham komunis tidak ditemukan. Beberapa waktu lalu, Dandim 0622 Sukabumi, menyebut nama anggota komisi IX DPR RI dari Dapil Sukabumi, Ribka Tjiptaning, sebagai anak eks PKI yang memiliki potensi membangunkan kembali paham komunis. Namun, tuduhan Dandim 0622 Sukabumi itu, dibantah keras oleh Ribka. Hal ini disampaikan Oleh Sukabumi.com yang dilansir Bergelora.com di Jakarta, Kamis (26/5)

“Ideologi saya pancasila. Saya cinta Indonesia. Partai saya aja (PDI Perjuangan) berideologi Pancasila,” ujar mantan ketua Komisi IX DPR RI itu kepada media.

Issue yang beredar sejauh ini adalah anak cucu eks PKI, kembali muncul kepermukaan dengan membawa dendam lama para orang tuanya. Lagi – lagi, hal itu di bantah dengan keras oleh Ribka.

“Dendam apa ya ?. Tidak ada dendam. Itu hanya masa lalu. Kapan kita maju kalau terus menoleh kebelakang,” tutur wanita yang akrab disapa mbak Ning itu.

Aksi sosial Ribka selama ini dengan melakukan pengobatan gratis, bagi – bagi sembako, dan lainnya, dianggap sebagai pencitraan dan ajang mengumpulkan massa guna menghimpun kekuatan untuk membangun kembali PKI.

“Aksi sosial saya semata – mata untuk masyarakat. Salah saya dimana ?. Saya tidak pernah mengajarkan marxisme dan komunisme. Itu kan sudah tugas saya membantu rakyat melalui reses. Apalagi sekarang DPR RI memiliki kewajiban lima kali reses, turun langsung ke masyarakat. Kalau saya diam, berarti apa guna saya untuk masyarakat ?,” heran ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Pandangan miring soal statusnya sebagai anak eks PKI, diakui mbak Ning, tidak akan berpengaruh pada aksi sosialnya.

“Saya tegaskan, bahwa saya dari PDI Perjuangan bukan dari PKI. Ideologi saya sama dengan partai, yakni Pancasila. Saya tidak akan mundur untuk membantu warga yang membutuhkan. Saya tidak pernah mengajarkan paham marxis dan komunis. Silahkan tanya masyarakat ?,” tutur Mbak Ning.

Mbak Ning menambahkan, dirinya berjuang dan dididik oleh PDI Perjuangan dari mulai ranting sampai sekarang. Ia mengaku, tidak pernah dan sangat jauh dengan ajaran komunis dam marxis.

“Saya bukan komunis. Saya harap tidak ada lagi pihak yang memprovokasi warga soal ini. Sukabumi itu selama ini aman – aman saja. Saya malah takut, adanya provokasi malah akan membuat suasana keruh,” tambah anggota komisi IX DPR RI itu.

Bahkan, Ribka menyatakan, dirinya siap ditangkap jika memang menyebarkan paham itu.

“Saya berani ditangkap kalau memang saya melenceng dari ideologi Pancasila. Saya kembali tegaskan, bahwa saya cinta Indonesia dan saya bukan komunis,” imbuhnya.

Tanggapan juga muncul dari tokoh dan senior PDI Perjuangan, yang masih aktif sebagai pengurus partai ditingkat Jawa Barat, Asep Wahyu Nirwana Boestomi, yang juga pernah tiga periode menjabat sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi. Ia mengatakan, pihaknya ingin meluruskan dugaan miring terhadap Ribka Tjiptaning.

“Selama 27 tahun saya di PDI Perjuangan, dan selama 15 tahun mbak Ning di DPR pusat, belum pernah beliau mengajarkan paham melenceng dari ideologi pancasila. Beliau itu memegang teguh ideologi Pancasila dan cinta mati NKRI,” ungkap pria yang akrab disapa Abah Away itu.

Abah Away, saat ditemui dikediamannya mengatakan, dirinya ingin meluruskan apa yang dituduhkan Dandim kepada mbak Ning selama ini. Ia juga meminta kepada Dandim, agar bicara sesuai fakta. Karena selama ini Kabupaten sukabumi itu bebas dari paham marxis dan komunis.

“Dandim kan punya intelejen. Apakah benar yang dituduhkan sesuai fakta. Jangan sampai suasana keruh dengan statement yang tidak sesuai fakta,” ucapnya.

Disatu sisi, Abah Away setuju dengan pencegahan kembalinya paham komunis. Namun disisi lain, ia sangat menyayangkan sikap Dandim yang berani menuduh kader sebuah partai, sebagai orang yang berpotensi membangkitkan paham itu lagi.

“Ini sudah meresahkan. Jangan asal tuduh lah. TNI sepantasnya tidak masuk kedalam politik praktis. Dengan menuduh kader partai tanpa bukti, dan memarjinalkan sebuah partai,” tegas mantan pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi itu.

Ia menambahkan, issue PKI yang beredar saat ini hanyalah demi kepentingan politik saja. Yang diyakininya akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Yang menurut penilaiannya, cara seperti ini mirip dengan gaya orde baru.

“Jangan sampai gaya orde baru terulang di Kabupaten Sukabumi. Disini aman selama ini,” tutupnya. ( Web Warouw)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru