JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia dan Vietnam memiliki hubungan yang sangat erat dan telah berlangsung lebih dari 60 tahun. Ini tercermin dari kesepakatan kemitraan strategis pada tahun 2013. Bahkan, di tengah kesulitan ekonomi dunia, menurut Presiden, angka perdagangan Indonesia – Vietnam dalam 3 tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi saat menerima kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu (23/8) siang.
Dengan kondisi saat ini, Presiden Jokowi meyakini, kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam itu akan memberikan semangat baru bagi upaya peningkatan kerja sama kedua negara, Vietnam dan Indonesia.
“Indonesia mendukung keketuaan dan kesuksesan Vietnam di APEC pada tahun 2017 untuk lebih mendorong pembangunan inklusif dan kesejahteraan di kawasan,” ujar Presiden Jokowi.
Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong tiba di halaman Istana Merdeka, Jakarta, sekitar pukul 10:30 WIB, dan disambut langsung oleh Presiden Jokowi. Usai memeriksa pasukan, Presiden Jokowi dan Nguyen Phu Trong bersalaman dengan para delegasi Vietnam dan Menteri Kabinet Kerja yang turut hadir.
Selanjutnya, Presiden Jokowi dan Sekjen Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong memimpin delegasi kedua negara pada pertemuan bilateral.
Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan ini antara lain : Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menkumham Yasonna Laoly, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Partai Komunis Vietnam (PKV) adalah partai yang didirikan oleh Ho Chi Minh pada tahun 1930. PKV dan Tentara Rakyat Vietnam merebut kemerdekaan Vietnam setelah mengusir penjajahan Perancis, Inggris dan terakhir Amerika Serikat di Vietnam Selatan pada tahun 1976. PKV sampai saat ini telah berhasi membawa Republik Sosialis Vietnam menuju negara sosialis modern mengejar Republik Rakyat China (RRC) bersaing dengan Korea Utara dan Kuba di Amerika Latin. (Web Warouw)

