Sabtu, 1 Oktober 2022

MATI KUTU NIH…! Dr. Connie Gampar Mantan Diplomat Ngawur: Bedain Patriot Pancasila dengan Patriot Ukraina!

JAKARTA- Kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Russia jelas mempunyai 3 misi. Itu clear dinyatakan oleh Menlu sejak sebelum Presiden Joko Widodo berangkat ke pertemuan G7 dan seterusnya. Hal ini ditegaskan ahli pertahanan dan intelejen, Dr. Connie Rahakundini Bakrie, Sabtu (2/7) kepada Bergelora.com di Jakarta, menanggapi pernyataan mantan diplomat Dino Pati Djalal.

Connie menjelaskan tiga misi itu adalah misi keamanan pangan, misi keamanan energi dan misi perdamaian.

“Perkara gandum mie dan sebagainya itu problem dunia. Justru langkah tepat dan sudah benar pembicaraan Presiden Jokowi kepada Presiden Putin minta komitmen awal pengamanan gandum dan pupuk,” tegasnya.

Karena menurutnya bukan cuma Indonesia yang menderita tapi Afrika, Asia dan paling dikhawatirkan adalah mempercepat terjadinya negara gagal disebabkan domino effect issue pangan dan energi akibat ‘spill over’ dari perang ini.

“Jadi langkah Jokowi mungkin dinilai kecil tetapi jelas sebuah Smart Small Steps untuk menyelamatkan masyarakat dunia,” tegasnya.

Connie menyoroti pernyataan Dino Pati Djalal yang menurutnya ngawur pada misi perdamaian yang diemban oleh Presiden Jokowi.

“Terkait misi perdamaian saya kira komentar sinis Dino Pati Djalal bahwa ini pertanda Putin acuhkan misi Perdamaian Jokowi adalah ngawur. Dino mungkin lupa Jokowi itu Presiden bukan tukang sulap,” Abrakadabra langsung jadi, tegasnya.

Seharusnya menurut Connie sebagai mantan diplomat papan atas Dino pastilah paham betul urusan perdamaian menjadi sulit dan berbelit karena Presiden Zelensky bukanlah seorang Presiden yang berdaulat penuh. Keputusannya tergantung sangat pada titah AS dan NATO yang ‘playing as good friends’.

“Padahal sebenarnya AS dan NATO menjadikan rakyat dan negara Ukraina menjadi mandala perang mereka sehingga negara dan rakyatnya menjadi luluh lantak akibat dari ketidak berdaulatan Ukraina pada kepentingan nasionalnya sendiri,” ujarnya.

Intinya kunjungan Jokowi ke kedua negara dengan 3 misinya jelas menunjukkan kualitas perbedaan sesungguhnya antara patriot ala Pancasila dan patriot ala Ukraina.

“Dan rakyat Indonesia yang waras tentunya harus mendukung semangat Patriot Pancasila !” tegasnya. (Web Warouw)

Artikel Terkait

  1. Pernyataan yg Tepat, Optimis & Keren….
    Masak sih pernyataan Diplomat Senior bisa Ngawur. Bahkan cenderung nyinyir dg upaya bangsa Sendiri (Siapapun Presidennya).
    Bisa jadi prosesnya akan Panjang, Berbelit belit, bahkan akan melibatkan upaya penuh & Dukungan negara2 lain yg menginginkan Perdamaian Dunia.
    Tapi kita telah memulainya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,608PengikutMengikuti
998PelangganBerlangganan

Terbaru