Sabtu, 31 Januari 2026

Menanggapi Awalil Rizky – Bright Institute: Kapan Negara Pernah Gagal Bayar?

Yang sedang menuju bangkrut adalah narasi neoliberalisme yang terus gagal membaca arah sejarah.

Oleh: Bin Bin Firman Tresnadi *

PERNYATAAN yang disampaikan Awalil Rizky dari Bright Institute, yang kembali menggoreng isu “risiko gagal bayar utang pemerintah”, adalah bentuk alarm palsu yang tidak berlandaskan analisis fiskal objektif. Pernyataan tersebut bukan hanya menyesatkan, tetapi menunjukkan konsistensi garis ideologis neoliberalisme yang dipaksakan ke ruang publik tanpa pertanggungjawaban akademik.

Pertama, rasio utang Indonesia berada di kisaran 40 persen dari PDB, jauh di bawah batas aman 60 persen. Mengabaikan konteks fundamental ini adalah distorsi yang disengaja.

Kedua, defisit primer bukan indikator default. Banyak negara dengan defisit primer tetap stabil, asalkan struktur dan kapasitas fiskalnya kuat. Mengklaim sebaliknya adalah manipulasi.

Ketiga, pasar dan lembaga pemeringkat internasional tidak melihat ancaman gagal bayar. Jika narasi Awalil benar, rating dan pasar sudah bereaksi. Fakta bahwa itu tidak terjadi menunjukkan masalah bukan pada fiskal Indonesia, tetapi pada kredibilitas analisnya.

Keempat, narasi gagal bayar ini muncul setiap kali pemerintah memperkuat agenda kedaulatan ekonomi—dari DHE, hilirisasi, hingga pembiayaan domestik. Polanya terlalu jelas: setiap kebijakan yang menekan rente finansial dan membuka ruang bagi industrialisasi, langsung dihadang propaganda neoliberalisme.

Kami menegaskan bahwa Indonesia berada pada posisi fiskal yang terkendali, terukur, dan dipagari arsitektur keuangan yang lebih kuat dibandingkan era sebelumnya. Karena itu, tuduhan “sinyal bahaya” yang disampaikan Awalil Rizky lebih tepat dibaca sebagai sinyal kepanikan ideologis, bukan analisis ekonomi.

Indonesia Tidak Sedang Menuju Gagal Bayar

Yang sedang menuju bangkrut adalah narasi neoliberalisme yang terus gagal membaca arah sejarah.

Narasi gagal bayar ala Awalil Rizky itu bukan analisis, tapi serangan ideologis yang sudah kehilangan taring. Indonesia tidak lagi tunduk pada ketakutan neolib. Negeri ini sedang menegakkan kedaulatannya, dan siapa pun yang mencoba menghalangi akan digilas oleh sejarah. Kapan negara ini pernah gagal bayar? Itu isapan jempol!

———

*Penulis Bin Bin Firman Tresnadi, Dewan Pembina Nalar Bangsa Institute

Artikel Terkait

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,120PelangganBerlangganan

Terbaru