Kamis, 13 Juni 2024

Penyebaran Buku Sekolah Elektronik Sangat Bermanfaat

JAKARTA- Penyebaran buku sekolah elektronik yang bisa dibuka dan didownload sendiri sangat bermanfaat bagi siswa, guru dan orang tua murid, karena akan meminimalisir pembiayaan pendidikan yang menjadi beban orang tua murid selama ini.

“Dengan mendownload buku buku-buku pelajaran seperti ini, maka pendidikan bisa dilakukan dimana saja dan oleh setiap orang. Setiap orang bisa menjadi guru dan menjalankan proses belajar dengan biaya yang minim,” demikian Meilani Siahaan, Kepala Sekolah Tunas Merah Putih di Jakarta kepada Bergelora.com Sabtu (16/8).

Sekolah Tunas Merah Putih  bermula pada tahun bulan November 2006. Pada saat banjir besar tahun 2007 semua sekolah dipinggir kali Ciliwung terendam air dan meliburkan anak sekolah. Saat itu pendidikan dilaksanakan oleh Sekolah Merah Putih dari rumah ke rumah penduduk agar pelajaran tetap berlangsung.

“Sejak awal berdiri Sekolah Tunas Merah Putih, mengkombinasikan pendidikan home schooling dengan pendidikan formal, untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu disekitar kali Ciliwung. Karena kami independen maka sulit untuk mendapatkan buku-buku pelajaran karena harus beli. Dengan adanya buku sekolah elektronik maka akan memudahkan kami melakukan proses mengajar,” jelasnya.

Ia menjelaskan sejak tahun 2008 sampai saat ini  Sekolah Tunas Merah Putih sudah meluluskan murid setingkatkan SMA (50 orang), SMP (30 orang) dan SD (20 orang) dengan mengikuti ujian-ujian persamaan.

“Karena keterbatasan fasilitas kami saat ini konsentrasi pada pendidikan anak usia dini karena pembentukan awal pendidikan terpenting adalah saat usia muda,” ujarnya.

Cerdaskan Bangsa

Berita tentang Buku Sekolah Elektronik bisa didownload  di http://bse.kemdikbud.go.id/buku/kurikulum2013

justru disebarkan dan diterima oleh Sekolah Tunas Merah Putih dari seorang purnawirawan TNI, mantan  Ketua Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Letjen Junianto Haroen.

“Sebar luaskan agar rakyat kita bisa punya kesempatan belajar dan mencerdaskan bangsa untuk mengubah nasibnya,” demikian pesannya kepada Bergelora.com.

Dalam situs yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut tersedia 1.331 buku, terdiri atas : 502 Buku SD, 238 Buku SMP, 338 Buku SMA, 222 Buku SMK, dan 2 Buku BAHASA yang sudah di download sebanyak 1.179.220 kali.

Dalam situs itu juga disediakan link untuk berhubungan dengan situs Rumah Belajar http://belajar.kemdiknas.go.id/ yang membimbing siswa belajar dari rumah.

Pendiri dan Ketua Umum Yayasan Tunas Merah Putih, Wanda JJ Korah mengatakan bahwa pemerintah sudah mempermudah akses terhadap buku pelajaran sehingga tidak ada alasan apapun untuk tidak bisa belajar.

“Oleh karena itu, sekarang kembali kemasyarakat. Pada prinsipnya masyarakat harus terlibat dalam proses pendidikan, sehingga semua orang punya tanggung jawab mendidik masyarakat,” tegasnya. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru