Sabtu, 18 Mei 2024

Rokok Elektronik Dilarang Di 11 Negara

JAKARTA- Menurut data lembaga kesehatan dunia WHO, rokok elektronik berkembang cepat pada remaja. Terdiri dari 466 merek dengan 8.000 rasa dan menghabiskan anggaran 3 Milyar dollar. Demikian kajian yang disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE kepada Bergelora.com di Jakarta Sabtu (6/12).

 

“Rokok elektronik masih dilarang di 11 dari 190 negara anggota WHO antara lain di Singapura, Austria dan Brazil. Dibatasi peredarannya di 14 negara antara lain di Jepang, Swiss dan Selandia Baru,” ujarnya.

Tjandra Yoga menjelaskan 3 negara melarang iklan rokok elektronik. 12 negara menganggap sebagai produk kesehatan dan 4 negara menganggap sebagai produk tembakau.

“Satu negara menggolongkan sebagai produk obat jika nikotin kurang dari 10 mg, atau kekuatan nikotin dalam isi ulang adalah kurang dari  20 mg/ml.  Satu negara melarang sebagai produk tembakau imitasi, terlepas dari konten nikotin,” jelasnya

Ia menjelaskan bahwa kajian pada Conference of the Parties (COP) Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) ke enam pada September 2014 yang lalu disimpulkan dilakukan pembatasan promosi rokok elektronik, meminimalkan risiko kesehatan, melarang klaim kesehatan rokok elektronik.

“Walaupun toksisitasnya lebih rendah dari rokok konvensional, tapi tetap memberi ancaman kesehatan, dan bisa menjadi awal untuk menjadi perokok,” ujarnya.

Menurutnya rokok elektronik akan memberikandampak pada kesehatan dalam bentuk efek jangka pendek dan efek jangka panjang.

“Dampak aerosol nya antara lain karena potensi sito toksisitas. ‎Mengandung senyawa karsinogenik, formaldehid, akrolein. Partikel dalam rentang ultrafine 100-200 nm,” jelasnya. (Calvin G. Eben-Haezer)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

342FansSuka
1,543PengikutMengikuti
1,100PelangganBerlangganan

Terbaru