PALU- Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil alih penyelesaian konflik agraria Indonesia di sisa masa jabatan yang tersedia.
“Dimohon dengan sangat, Bapak Presiden tidak menyerahkan kepemimpinan dan tanggung jawab masalah kronis negeri ini kepada unit kuasa di bawah Presiden,” tegas penerima award Yap Thiem Hien Award 2018 Eva Bande kepada pers di Palu, Rabu (25/3)
Menurutnya, sudah saatnya masalah Rakyat dari masa ke masa ini dipercepat penyelesaiannya, melalui suatu prosedur taktis dengan membentuk Tim Khusus Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria yang berada dalam kontrol langsung Bapak Presiden Joko Widodo.
“Rakyat sedang menunggu, dan memastikan keadilan sungguh ada, bukan mimpi,” tegasnya.
Kepada Bergelora.com dilaporkan, menyoroti Road Show Moeldoko dan Tim KSP di berbagai tempat dalam penyelesaian Konflik Agraria,
Koordinator Front Rakyat Advokasi Sawit Sulteng ini meminta Moeldoko dan rekan-rekan yang mengusung agenda Reforma Agraria untuk serius menyelesaikan masalah agraria akut di Indonesia.
“Konflik agraria yang menjadi sejarah hitam NKRI dari rezim ke rezim ini harus diselesaikan secara terhormat bukan menjadikan masalah rakyat itu sebagai kendaraan untuk mencari panggung sendiri, yang tebal kepentingan politiknya,” tegasnya.
Eva Bande juga meminta agar, Moeldoko tidak menjadikan Reforma Agraria sebagai pengalihan masalahnya di Partai Demokrat
Menurut Eva Bande, road show tidak menjawab konflik akut antara rakyat dengan korporasi dan negara. Seharusnya Moeldoko dan rekan-rekan yang terhimpun dalam TIM Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan upaya terobosan yang bersifat segera untuk menghentikan berbagai sengketa agraria.
“Rakyat di mana-mana sedang berhadap-hadapan dengan korporasi plus negara. KSP mestinya mempercepat pemeriksaan kasus, memeriksa lisensi-lisensi bermasalah, memulihkan keadaan sosial ekonomi para korban, dan membebaskan para aktivis maupun petani yang berjuang mempertahankan ruang hidupnya,” katanya.
Ia meminta agar Moeldoko menghentikan semua road show politiknya
“Janganlah derita dan persoalan rakyat menjadi medium publikasi, apalagi untuk pengalihan masalah Pak Moeldoko yang sedang disoroti terkait KLB Partai Demokrat,” tegasnya. (Lia Somba)

